CILACAP- Sebanyak 85 rumah di Dusun Pitulasi, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Cilacap terendam banjir, kemarin. Banjir disebabkan hujan lebat sejak Jumat siang (3/12).
Akibatnya, tanggul Sungai Cikawung yang melintas di kecamatan tersebut jebol sepanjang 30 meter, sehingga air meluap menggenangi dusun tersebut.
Kepala Dusun Pitulasi, Turmono mengatakan, ketinggian air di beberapa rumah mencapai sekitar 80 sentimeter. Puncaknya terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00. Banjir melanda RT1, 2, dan 3 di RW VI serta RT3 di RW V. “Sampai siang kemarin, beberapa rumah masih terendam,” katanya.
Rendam Sawah
Selain menggenangi rumah, banjir juga merendam sawah milik petani seluas 98 hektare dan sawah bengkok desa seluas 45 hektare. Sawah tersebut baru saja panen dan saat ini sedang dalam pengolahan tanah.Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
Sementara itu, Camat Cipari, Hadiman Wira Pamungkas mengungkapkan, tanggul Sungai Cikawung yang jebol menjadi penyebab banjir tersebut. Tanggul jebol itu berada di Desa Caruy, Kecamatan Cipari. “Pak Kades sudah mengecek tanggul yang jebol itu,” katanya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, tanah longsor terjadi di Desa Tayem Barat, Kecamatan Karangpucung, Cilacap. Longsor terjadi setelah daerah itu diguyur hujan lebat pada Jumat (3/12) pukul 18.00. Akibatnya satu rumah milik Aryoto, warga RT5/ RW IV desa tersebut roboh tertimpa longsor.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Dangir Mulyadi melalui Kasubag TU UPT BPBD Majenang, Sabar mengatakan, hujan lebat juga mengakibatkan sebagian Desa Pangawaren, Kecamatan Karangpucung terendam banjir. “Kerugian ditaksir sekitar Rp 50 juta, karena ada fondasi tempat ibadah yang rusak,” katanya. (J11-76)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad