PURWOKERTO- Pendokumentasian sastra menjadi satu permasalahan yang tak kunjung padam di dunia sastra Banyumas. Selama hampir empat dekade, buku yang merangkum puisi karya penyair Banyumas bisa dihitung dengan jari.
Ketua Sanggar Sastra Wedang Kendhi (SSWK) Purwokerto, Febrian Adinata Hasibuan menyatakan, Banyumas terlalu miskin dengan buku yang memuat karya para penyair Banyumas.
"Terakhir, antologi bersama "Blues Mata Hati" yang dikeluarkan oleh DKKB 2008 lalu," ujarnya, kemarin.
Menurut pria yang akrab dipanggil Aan itu, kondisi seperti itu membuat miris. Sebab pada dasarnya para pegiat sastra di Banyumas sebenarnya sangat banyak. Dari itu, SSWK berkeinginan untuk membuat buku antologi yang berisikan para penyair dari Banyumas. Antologi itu terbuka bagi siapa saja, entah mereka yang baru belajar menulis puisi atau yang sudah lama berkecimpung di dunia kepenyairan.
"Ini penting, dari situ kita akan tahu berapa banyak para penyair yang ada di Banyumas. Dan berapa yang tetap konsen dengan sastra.'' Bagi yang hendak bergabung di antologi tersebut, imbuh dia, para penyair dapat mengirimkan karya-karyanya berupa puisi pendek maskimal 5 buah ke markas SSWK di Jl Kenanga No 151 RT 2 WR 2 Grendeng, Purwokerto. Pengiriman mulai 22 November sampai 22 Desember mendatang.
"Akan ada proses seleksi yang nantinya akan dimuat dua buah karya. Rencananya akan diterbitkan Januari mendatang," ujar Mahasiswa semester lima Universitas Jendral Soedirman (Unsoed) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Ilmu Budaya Program Studi Sastra Indonesia itu. (rj-68) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad