panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
11 November 2010
Paspor Saniah ke Singapura, Visa ke Malaysia
PURWOKERTO- Paspor Saniah, calon TKW asal Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, batal diberangkatkan ke Malyasia oleh PTKTI PT Arni Family dengan tujuan ke Singapura. Visa untuk penempatan kerja sementara dengan tujuan Malaysia. Padahal seperti diketahui, Pemerintah Malyasia sendiri sudah tidak menerima penyaluran TKW asal Indonesia, khususnya untuk pembantu rumah tangga (PRT).

Hal itu terungkap dalam pertemuan PJTKI PT Arni Family dan Komisi D, Rabu kemarin (10/11) di DPRD. Dari PT Arni diwakili Sugeng Daryono, yang juga Kepala Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja.

Dalam pertemuan itu Sugeng didampingi sejumlah laki-laki yang mengaku sebagai wartawan. Para pendamping menyatakan, Sugeng adalah kepala biro media mereka. Kantor di Banyumas berada di rumah kades tersebut.

Namun, saat ditanya lebih tegas oleh anggota Komisi D, para pendamping memilih menyebut dirinya sebagai wartawan.

Sugeng menyampaikan kedatangannya ke gedung wakil rakyat itu untuk melakukan klarifikasi dan memberikan penjelasan. Menurutnya, Senin lalu Saniah sudah dipulangkan ke rumah dari penampungan di Semarang. Masa waktu penampungan di Semarang hanya 10 hari.

‘’Dia sudah kembali dengan selamat, makanya saya minta dikembalikan nama baik saya atas pemberitaan yang muncul,’’ kata Sugeng kepada tiga anggota Komisi D yakni Sardi Susanto, Lilis Agustina dan Muchlis.

Soal paspor dan visa yang berbeda tujuan, Sugeng mengatakan awalnya Saniah mau diberangkatkan ke Singapura, tapi yang bersangkutan minta ke Negeri Jiran. ‘’Kalau visa ke Malaysia itu baru tahap proses. Itu belum jadi dan saat mengurus masih ditahan,’’ katanya.

Pernyataan Sugeng itu oleh Sardi Susanto dianggap janggal, sebab dari dokumen yang ia terima, visa calon TKW tersebut sudah tercetak atas nama Saniah. Menurutnya, paspor dan visa berbeda negara itu sudah menyalahi aturan dan melanggar.

Dalam dokumen itu tertulis, pas lawatan kerja sementara pembantu rumah tangga (Indonesia) atas nama Saniah dengan tujuan ABD Halim Bin Abdullah alamat Taman Klebang Besar 75200 Selangor.

Saat ditelepon Sardi ia mengaku berada di Semarang, dan saat di sidak ke rumahnya ternyata dia berada di rumah. (G22-17) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER