PURBALINGGA- Delapan Rumah di Desa Jompo Kecamatan Kalimanah mengalami kerusakan dihantam angin puting beliung, Rabu (27/10) kemarin.
Angin yang berputar-putar di sekitar rumah warga sekitar 10 menit itu, merusak atap tiga rumah warga. Sedangkan lima keluarga yang lain harus rela kehilangan atap rumah mereka. Warga setempat, Sani menuturkan, ada suara gemuruh saat angin tersebut mulai datang dari arah selatan desa dan menghampiri permukiman warga. Setelah angin mereda, hujan langsung turun. “Jadi tidak sempat memberesi kerusakan, semuanya jadi basah,” jelas Sani.
Warga lain, Kasman Sudarmaji mengatakan, kejadian angin puting beliung yang sampai merusak rumah warga, baru kali pertama terjadi. “Biasanya cuma seng saja yang terlempar. Itu pun tidak jauh,” jelas pria yang atap rumahnya rusak parah itu.
Kepala Desa Jompo, Suhadir SH menambahkan, selepas kejadian itu, warga langsung krigan membantu keluarga yang rumahnya kerusak parah. “Katanya, mulai hari Minggu (31/10) rumah yang rusak itu akan diperbaiki dengan bantuan tenaga warga dan personil tentara,” ucapnya.
Bantuan
Sebagai respons langsung, pemkab melalui Dinas Sosial, Tanaga Kerja dan Transmigrasi (Dissosanakertrans) Purbalingga yang bekerja sama dengan PMI Purbalingga, kemarin, memberikan bantuan sembako kepda korban bencana itu. Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Kodadiyanto mengatakan, akan segera melaporkan kejadian tersebut ke bupati dan gubernur.
“Tapi jangan membuat warga malah menunggu-nunggu bantuan tersebut. Kalau bisa diperbaiki dahulu, ya perbaiki secepatnya,” katanya.
Losari Longsor
Sementara itu, bersamaan dengan puting beliung di Desa Jompo, rumah Miarji warga RT 4 RW 4 Dusun Pringamba Desa Losari, Rembang, luluh lantak tertimbun tebing setinggi enam meter. Akibat kejadian itu Miarji dan istrinya sempat dilarikan ke RSUD Purbalingga.
“Tapi bukan karena luka-luka, melainkan karena shock. Sewaktu kejadian, mereka sedang di dalam rumah,” jelas Kepala Desa Losari, Suwagno, kemarin.
Ia menuturkan, rumah Miarji yang rusak parah itu sudah diberesi dengan bantuan warga dan personil polisi dan koramil. “Kiarji sudah di rumah anaknya,” kata dia.
Sebenarnya, sambung dia, tidak hanya rumah saja yang selama ini rawan terkena longsor, melainkan juga rumah warga yang lainnya. Posisi rumah warga yang berdekatan dengan pereng jadi salah satu penyebabnya. (bw-68) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad