panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
25 Oktober 2010
Kampus Didorong Tingkatkan Riset
SEMARANG - Civitas academica di seluruh perguruan tinggi didorong meningkatkan riset (penelitian) secara seimbang, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas. Pasalnya, hingga kini hasil riset dari para dosen maupun mahasiswa, amat minim, kualitasnya pun masih buruk. Bahkan, terkesan pengerjaannya setengah-setengah.

”Hal tersebut sangat timpang jika dibandingkan dengan kondisi akademis di negara-negara maju. Dengan negeri jiran seperti Malaysia dan Singapura saja, negeri ini dinilai tertinggal jauh. Untuk itu, harus ada pendorong untuk meningkatkan gairah riset civitas academica, di antaranya perekrutan dosen yang tepat dengan kemampuan akademis yang unggul serta peningkatan insentif bagi peneliti,” kata Cendekiawan muslim yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Dr Azyumardi Azra, saat memberikan orasi ilmiah di depan wisudawan ke-60 tahap II Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Aula Unissula, Jumat (22/10).

Namun sayang, ujar Prof Azyumardi, pemerintah belum memperhatikan hal itu. Meski perekrutan dosen di perguruan tinggi swasta merupakan wewenang perguruan tinggi bersangkutan, pemerintah mesti mengontrol proses tersebut. Sebab, proses dan hasil akademis itu nantinya sangat berpengaruh terhadap iklim pendidikan nasional.

Terkait insentif, Prof Azyumardi berharap pemerintah terlebih dulu serius menetapkan program unggulan riset untuk kemudian disiapkan dana yang memadai. ”Jangan ada pemotongan dalam penyaluran dana insentif itu, kalau tidak ingin akademisi kita kecewa, yang ujungnya memilih hengkang ke luar negeri,” ungkapnya.

Di sisi lain, agar riset yang dihasilkan inovatif, kekhasan harus ditetapkan, disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik seseorang. Pasalnya, tak mungkin semua bidang penelitian dikerjakan, karena justru berpeluang menghasilkan riset yang kurang berkualitas, sehingga dampaknya kurang memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Ke depan, menurut peraih gelar kehormatan dari Ratu Inggris Elizabeth II itu, tantangan yang akan dihadapi perguruan tinggi sangatlah berat. Yakni, terkait dengan percepatan riset yang hendaknya diikuti pendirian pusat-pusat penelitian khusus di masing-masing fakultas.  (hdq-37) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER