panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
16 September 2010
Pijat ”Silaturahmi”Ustad Wijayanto Bikin Ger-geran
image

ALIH-alih segera berceramah, Ustad Wijayanto malah membuka tausiahnya dengan acara pijat berjamaah. Dalam acara halalbihalal Keluarga Besar Suara Merdeka Group, Rabu (15/9), di Aula Kantor Redaksi Suara Merdeka Jl Raya Kaligawe, ia mengajak hadirin berdiri menyamping dan memijat punggung tiap orang yang berada di sebelahnya.

Mendapat ''instruksi'' yang tak lazim itu, hadirin yang tak lain jajaran direksi dan karyawan terperangah. Sembari menahan rasa canggung bercampur geli, akhirnya ajakan sang ustad pun diikuti. Ya, merasa canggung, karena orang yang dipijat atau memijat ada yang belum saling kenal. Apalagi, jika yang berada di sebelahnya itu senior maupun pimpinan.

Namun, perintah pijat memijat itu, menurut ustad, bukan tanpa alasan. Aktivitas sepele itu bisa mengakrabkan hubungan antarkaryawan, meretas jarak atasan dengan bawahan. ''Ya, inilah hubungan humanisme atau kemanusiaan tanpa pamrih. Kita saling memijat tanpa melihat perbedaan suku, ras, agama atau partai politik,'' ujar pengasuh acara ''Sentuhan Qolbu'' di stasiun televisi swasta itu.

Gaya Kocak

Usai acara pijat-memijat, ustad Wijayanto baru menyampaikan tausiah. Dengan gayanya yang kocak, ceramah yang mestinya bertema serius itu menjadi banyolan.  Dosen Pasca-Sarjana Magister Manajemen UGM tersebut banyak menyisipkan humor-humor segar.

Tak pelak, kurang lebih 45 menit tausiah, ustad Wijayanto membuat hadirin, termasuk Komisaris Utama Suara Merdeka Group Ir H Budi Santoso, Pemimpin Umum Kukrit SW, Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Pemred Suara Merdeka Hendro Basuki tertawa.

"Orang melakukan shalat bisa karena pamrih. Misalnya, karena dilihat oleh atasan shalatnya dikhusyuk-khusukkan. La,  kalau puasa dari mana orang tahu kita melaksanakannya? Dari badan yang kurus? Atau bau mulut yang badheg?" kata ustad Wijayanto yang disambut tawa hadirin.

Ia menambahkan, Allah SWT tidak akan menerima puasa seseorang yang tak menjaga hubungan baik dengan sesama, seperti istri terhadap suami, anak kepada orang tua, atau atasan dengan bawahannya.  
''Makanya, jangan sampai ada istri mengurangi pelayanannya kepada suami karena jatah uang yang diberikan kurang. Begitupun sebaliknya. Karena bikin tehnya kurang manis, jatah belanjanya dipotong Rp 500 ribu," candanya. Acara bertambah meriah dengan kehadiran grup Awan Nasyid dari Semarang. Mereka membawakan sejumlah  lagu Islami dengan acapella yang memukau.

Pada kesempatan itu, seluruh direksi dan karyawan berkesempatan untuk saling bersalaman dan bermaafan. Acara ditutup dengan makan siang bersama dan pembagian doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor matic.(Anggun Puspita-53)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER