panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
04 September 2010
153.360 Bungkus Permen Dihancurkan
  • Tercemar Mikroorganisme
SEMARANG - Balai Besar POM Semarang menemukan adanya makanan anak-anak, berupa permen yang terkena cemaran mikroorganisme. Produk tersebut diduga menjadi penyebab keracunan enam siswa SD Segoro Gunung II Dusun Sedonorejo desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

“Oleh karena penandaan pada kemasan tidak sesuai dengan yang disetujui badan POM dan dinilai membahayakan, akhirnya sebanyak 213 karton permen tersebut dihancurkan,’’ kata Kepala Balai Besar POM di Semarang Drs Supriyanto Utomo MKes Apt saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/9).

Dalam karton tersebut, dijelaskan Supriyanto, masing-masing terdiri atas 24 kardus. Tiap kardusnya berisi 30 bungkus permen. Dengan begitu total ada sekitar 153.360 bungkus permen yang dihancurkan. “Di setiap bungkusnya berisi 10 butir permen berukuran kecil dan tiga permen dengan butiran lebih besar,’’ imbuhnya.

Di pasaran produk tersebut memiliki nama dagang Permen Rasa Chocolate Susu. Kemasannya berupa blister dalam plastik dan kardus. Pada kemasannya tidak tertera nama dan alamat, baik pabrik pembuatan ataupun importirnya.
“Hanya tertera nomor izin edar BPOM RI ML 237109005632,’’ ungkap dia.

Panggil Importir

Pihak Balai Besar POM pun akhirnya melakukan pengecekan terhadap nomor izin edar yang ada. Dari pengecekan yang dilakukan diketahui bahwa nomor tersebut dikeluarkan Balai Besar POM untuk jenis produk permen rasa susu dengan nama dagang Keng Teng. “Tanggal persetujuan izin edarnya 6 Februari 2009,’’ imbuh dia.

Nomor izin edar diungkapkannya juga tercatat untuk nama dan alamat pabrik Chaoan Wanbao Foodstuff Co Ltd Chaoan of Road Industry Area Anbu Chaoan Country Chaozhou Guangdong China. Selain itu, juga untuk nama pabrik PT Aneka Anugerah Abadi yang berlokasi di Jl Prancis Pergudangan Mutiaran Kosambi I Blok A 6 no 9-10 Dadap Tangerang. “Kami sudah memanggil pihak importir untuk membuat surat pernyataan secara tertulis,’’ katanya.

Supriyanto menyarankan masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan yang dijual bebas. Ketika produk yang ditawarkan bertuliskan bahasa asing dan tidak disertai dengan penerjemah sebaiknya jangan dikonsumsi. Begitu juga ketika tidak tercantum nomor registrasi, alamat dan nama pabrik berikut tanggal kadaluarsa. (H31-71)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER