panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Selebrita
19 Agustus 2010
OPM Liar, China Ceria, dan Sunda Rancak
BAGAIMANA jadinya kalau tiga jenis musik etnik tampil dan ngejam bersama? Ceria, harmonis, dan enak didengar. Seperti yang digelar di Central Culture France, Bandung, lewat pentas Indonesia Culture in Harmony Music Concert, Sabtu malam lalu.

Ya, tiga kelompok musik etnik dari dua kota saling menunjukkan kemampuan untuk menggugah gairah sekitar 200 penonton. Orkes Plasu Minimal (OPM) dari Solo yang memilih jalur musik keroncong progresif disandingkan dengan Harmony Chinese Music Grup dan Sundanese Culture Ega & Friends, keduanya dari Bandung. Selain tampil secara  tunggal, masing-masing mengadakan kolaborasi. Di akhir pergelaran, ketiga kelompok musik itu ngejam bersama membawakan lagu ’’Hallo-hallo Bandung’’.

Harmony Chinese Music Grup dipimpin Andri yang juga tuan rumah penyelenggara mengawali konser mendendangkan dua lagu mandarin ’’Wang Shi Zhi Neng Hui Wei’’ dan ’’Gao Shan Qing’’. Harmony mengajak grup musik Sunda menampilkan kolaborasi lewat lagu Sunda yang cukup terkenal, ’’Es Lilin’’ yang digarap cukup memikat.

Garapan kolaborasi lagu ’’Es Lilin’’ memang terasa hangat dengan permainan instrumen musik China, ’’Yang Qin’’ bersama sejumlah instrumen lainnya serta gendang Sunda yang mengentak. Setelah ’’Es Lilin’’, pemusik Sunda itu lebih rancak dengan permainan rampak tiga gendang. Selain membawakan lagu mandarin, Harmony juga mengaransemen ’’Bunga Anggrek’’, ’’Bandung Selatan’’, dan ’’Bengawan Solo’’.

Mendadak

Kolaborasi kembali digarap dengan OPM lewat lagu ’’Ni Zewn Me Shuo’’. Kolaborasi yang digarap mendadak satu jam sebelum naik panggung, membuat Leak mengganti syair lagu mandarin dengan syair serat ’’Wicara Keras’’ karya pujangga Keraton Surakarta, Padmosusastra I.

Grup OPM yang dikomandani Agung Riyadi dari Kusumadilagan RT 4 RW 10 Yoyosuran, Pasarkliwon itu, makin ’’liar’’ ketika tampil sendiri. Meski hanya mengusung empat lagu, kehadirannya memberikan nuansa lain di konser itu.

Empat lagu karya Agung yang disajikan adalah ’’Mencari Kerja’’, ’’Kentut’, ’’Antri’’, dan ’’Mendem’’. Dua vokalis Sosiawan Leak dan Ida berhasil menggoda penonton untuk tertawa dan bertepuk tangan.

Empat lagu ciptaan Agung Riyadi cukup sarat dengan kritik sosial. Orkes itu mengusung pemusik Agung (flute/cello), Max Baihaqi (gitar), Nadias (bas), Budi Wiranto (cak), Adi Jalugeni (cuk), Kukuh (gendang), Dony(saksofone), Sosiawan Leak  dan Ida pada vokal. (Sri Wahjoedi-37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER