panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
07 Agustus 2010
25 Persen Tanah Belum Bersertifikat
SEMARANG - Sekitar 25 persen dari 540.000 hektare tanah di Kota Semarang belum dilengkapi dengan sertifikat tanah resmi.

Karena itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang menargetkan tahun 2010 semua tanah harus sudah bersertifikat sebagai bentuk salah satu reformasi di bidang agraria.

Kepala Kantor BPN Kota Semarang, Suyono mengatakan, upaya penyertifikatan tanah di antaranya melalui kegiatan Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) yang dimulai Rabu (4/8).

Kegiatan Larasita merupakan salah satu bentuk reformasi di bidang agraria yang mengurus sertifikasi tanah selesai hanya dalam satu hari. ”Pelaksanannya, petugas datang langsung menemui warga di perumahan, dengan menggunakan mobil keliling,” ujarnya di sela-sela pelayanan Larasita di Bukit Kencana Jaya Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Suyono menyerahkan 61 sertifikat hak milik tanah secara simbolis kepada warga perumahan rumah sederhana (RS) dan rumah sederhana sehat (RSS), di RW XIII Bukit Kencana Jaya Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang.

Selain itu, warga juga memperoleh layanan terkait sertifikasi tanah yang berkategori sederhana seperti mengurus peningkatan sertifikat dari Hak Guna Bangunan (HGB) ke Hak Milik (HM).

‘’Melalui layanan cepat dalam satu hari menggunakan jasa mobil Larasita keliling ini, diharapkan upaya membuat semua tanah bersertifikat dalam tahun ini dapat tercapai,’’ katanya.

RS dan RSS

Menurut dia, layanan satu hari Larasita ini belum bisa melayani semua jenis layanan BPN yang terdiri atas 60 macam. Dalam kegiatan one day service atau layanan satu hari lewat mobil Larasita, petugas melaksanakan pengecekan sertifikat, penyelesaian Surat Perintah Setor (SPS) pembayaran pemasukan ke negara dan biaya penyelesaian sertifikat, mengerjakan penyelesaian administrasi dan entry data di sistem komputer, dan penyelesaian sertifikat dari HGB ke HM berikut penyerahannya.

Larasita hanya dapat melayani kategori pelayanan sederhana, seperti peningkatan sertifikat dari Hak Guna Bangunan (HGB) ke Hak Milik (HM) perumahan tipe RS dan RSS, karena untuk perumahan besar ada jenis layanan tersendiri dan biaya tersendiri pula.

”Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi keterbatasasan petugas BPN, sehingga muncul anggapan proses sertifikat tanah waktunya terlalu lama. Padahal sebenanya jumlah pemohon sertifikat cukup besar. Saat ini beban kerja per bulan di BPN Semarang mencapai sekitar 12.500 sertifikat, sementara jumlah petugas hanya 150 orang,” katanya.

Sementara itu Ketua DPD Real Estat Indonesia Jateng, Soedjadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Larasita. Pelaksanaan sertifikat yang diprioritaskan lebih dulu di kasawan perumahan dinilai cukup tepat. Biayanya cukup murah, tidak sampai Rp 200.000.  (J8-16)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER