BALAI KOTA - Wali Kota Soemarmo risih kalau kompleks perkantorannya dinilai kumuh. Ia pun mengakui, kalau Balai Kota sekarang ini berubah menjadi kumuh, tidak rapi. ‘’Ke depan memang ada penataan, termasuk parkir yang semrawut. Makanya semua perlu waktu dan dananya,’’ kata dia didampingi Kabag Humas Setdakot Achyani, Sabtu (24/7).
Sedangkan pembenahan yang dilakukan waktu dekat ini, bertepatan dengan HUT Ke-65 RI serentak akan dilakukan resik-resik kutha. Mulai Minggu (25/7) ini, masyarakat tingkat RT, RW, kelurahan, sampai perkantoran di lingkungan Pemkot Semarang untuk melakukan bersih-bersih di wilayahnya masing-masing.
‘’Bagi aparat pemerintah harus memberikan contoh kepada masyarakat untuk hidup bersih. Jangan sampai ada aparat pemerintah tidak memberikan contoh untuk kerja bakti,’’ tegas dia.
Imbauan untuk kerja bakti massal itu sudah turun ke kelurahan untuk disebarkan di tiap RW maupun RT. Yang jelas, Minggu pagi mulai pukul 06.00, masyarakat diminta membersihkan lingkungannya mulai dari tempat pembuangan, saluran air, tempat sampah maupun lokasi yang dinilai kumuh.
‘’Juga yang turut diwaspadai adalah penampungan air. Kalau memungkinkan dikuras, ya dikuras. Ini supaya tidak ada jentik-jentik nyamuk pembawa virus demam berdarah berkembang. Saya percaya , masyarakat bisa melakukannya sendiri,’’ ujarnya. (H37,H21-14)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad