KENDAL - PT Asia Pasific Fibers (APF), salah satu perusahaan penghasil polyester di Indonesia, hingga saat ini mampu menguasai 27 % pangsa pasar benang dan sintetis industri tekstil Indonesia. Bahkan perusahaan yang memproduksi purified terephthalic acid (PTA), polyester chips, serat (fiber), benang, dan performance fabrics itu, juga menguasai 21 % pasar domestik untuk produk benang.
Presiden Direktur APF, V Rafi Shankar mengatakan, saat ini kapasitas produksi perusahaan yang sebelumnya bernama PT Polysindo Eka Perkasa (salah satu anak perusahaan Grup Texmaco) ini belum maksimal, yakni hanya 75 % dari kapasitas yang ada. Hal itu disebabkan keterbatasan finansial untuk pembiayaan.
Meski dari segi kinerja, APF membukukan laba sebesar Rp 3,51 triliun pada 2009. Nilai tersebut lebih rendah dari tahun 2008 yang mencapai Rp 3,74 triliun. Tahun lalu, perusahaan tersebut mencetak laba bersih sebesar Rp 1,18 triliun, namun pada 2008 APF merugi sebesar Rp 2,12 triliun. “Perusahaan belum dapat membagikan deviden tunai, karena masih memiliki hutang senilai 1 miliar dolar AS. Ini jadi beban berat perusahaan,” katanya, kemarin.
Potensi Bisnis
Per tahunnya, dari dua pabrik APF di Kendal dan Karawang, Jabar, mampu memproduksi PTA sebanyak 340.000 metrik ton, 330.000 metrik ton polymers atau polyester chips, 140.000 metrik ton serat (fiber), 140.000 metrik ton benang filamen, dan 70.000 metrik ton makloon.
Sejauh ini APF masih menyumbang 0,92 % dari total kapasitas produksi PTA di Asia, dan 15,7% produksi di Indonesia. Sedang polymer masih 0,73% untuk total produksi Asia, dan 17,1% di Indonesia. Padahal potensi bisnis PTA dan polymer masih sangat besar.
Untuk serat (fiber), APF menyumbang 1,08% dari total kapasitas produksi di Asia, dan 23,1% di Indonesia. Sementara untuk benang filamen baru 0,75% di Asia, dan 26,5% di Indonesia. “Tahun lalu permintaan PTA mencapai 12,1 juta ton, dan kebutuhan benang polyester sekitar 19,5 juta ton,” ujarnya.
CEO APF S Jegatheesan menambahkan, tiap harinya APF mampu memproduksi 500 ton benang polyester dari pabrik seluas 264.052 meter persegi yang berlokasi di Desa Nolokerto, Kaliwungu, Kendal. (J8-44) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad