JAKARTA-Kordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Protanikita, Bonang, menilai wajar jika Bulog tidak mampu menjaga stabilitas harga beras lewat cara operasi pasar (OP) secara serentak dan merata dalam menghadapi ulah spekulan.
‘’Pasalnya, spekulan yang terdiri atas para pedagang beras itu selama ini dijadikan mitra kerja Bulog, sehingga mengetahui betul kekuatan dan kemampuannya,’’ tuturnya, kemarin.
Meski Bulog menyatakan persediaan atau stok beras aman, para spekulan tetap berani memainkan harga karena stok tidak akan mampu memenuhi kebutuhan operasi pasar secara menyeluruh, sehingga tidak mungkin bisa menekan harga di pasaran yang terus melambung.
‘’Jadi, spekulan mengerti betul daya tahan Bulog. Itu pangkal dan sebab utama kenapa tidak menjamin bisa menekan harga,’’ ujarnya.
Dia menyarankan kepada Bulog agar bekerja lebih profesional dan menghindari aktivitas ”mafia beras” yang menyebabkan institusi itu menjadi lemah dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan.
Tak Jamin Harga
Sebelumnya, Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog, Sutono, mengatakan pihaknya menjamin stok beras untuk kebutuhan Ramadan, Lebaran, dan Natal tahun ini cukup. ”Stok kita aman (hingga akhir tahun). Berdasarkan data di Bulog per Jumat 16 Juli, stok beras mencapai 1,775 ton per hari,’’ tuturnya.
Namun, pihaknya tidak bisa menjamin harga beras akan stabil. Angka ramalan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan akan naik 1,17% dibandingkan dengan 2009.(di-29) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad