Suara Muria
18 Juli 2010
Badan Narkotika Kabupaten Akan Sidak Anak Sekolah
- Anggota DPRD Juga Dites Urine
PATI - Ketua Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Pati Hj Kartina Sukawati SE MM mengemukakan, untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang di kalangan remaja dan pelajar, perlu dilakukan dengan operasi mendadak (sidak). Sasaran utama para pelajar agar tidak menjadi korban narkoba.
Penegasan itu dia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu (17/7) kemarin, saat berlangsung pemusnahan ribuan botol minuman keras dan puluhan liter oplosan hasil sitaan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) sebelumnya. Pemusnahan itu berlangsung di jalan depan kantor Sekretariat Daerah Pati itu sebagai rangkaian memperingati Hari Antinarkotika Internasional 2010 Kabupaten Pati.
Bersamaan dengan itu, diperingati pula Hari Keluarga Nasional (Harganas) dengan pawai motor operasional petugas lapangan Keluarga Berencana (KB). Sementara itu, pemusnahan miras ditandai dengan pemecahan botol berisi minuman keras dengan kadar alkohol tinggi oleh Bupati Tasiman, diikuti jajaran Muspida. Setelah itu dilanjutkan jalan sehat keliling Kota Pati.
Terkait dengan rencana sidak tersebut, ujar Kartina Sukawati yang juga wakil bupati itu, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Pati menyangkut pemeriksaan urine terhadap setiap pelajar yang terjaring operasi itu.
Adapun soal kapan pelaksanaan sidak terhadap para remaja dan pelajar tersebut, dia belum bersedia mengungkapkan secara detail.
‘’Demikian pula kapan waktu pelaksanaannya serta target sekolah mana yang menjadi sasaran utama,’’ tandas dia.
Pola Sidak
Jika disebutkan sekarang, ujar dia, itu bukan sidak karena mereka pasti akan mempersiapkan diri. Karena itu, pola pelaksanaannya dalam satu hari bisa terfokus pada pemeriksaan urine di satu sekolah, tetapi pada satu hari bisa saja berlangsung di beberapa sekolah.
Sebab, dalam pelaksanaan sidak pola yang digunakan bisa berubah-ubah. Sidak pemeriksaan urine sebagai indikator cara paling mudah untuk mengetahui seseorang mengonsumsi narkotika.
Karena itu, pihaknya akan langsung terjun ke lokasi tanpa ada pemberitahuan ke mana sasaran yang harus dituju. Hal itu juga untuk menghindari agar operasi sidak yang dilakukan itu jangan sampai bocor, mengingat dengan tersedianya fasilitas telepon akses semua informasi akan bisa lebih cepat dilakukan.
Jika di kalangan PNS sudah pernah terjadi pemeriksaan urine untuk mengetahui mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkotika atau tidak, yang belum dilakukan pemeriksaan adalah kalangan anggota legislatif.
Terpisah, Ketua DPRD Pati Sunarwi SE MM menegaskan, jika ada yang menyatakan anggota Dewan tidak bersedia menjalani pemeriksaan, itu sama sekali tidak benar. ‘’Kami bersama semua anggota, sewaktu-waktu siap untuk diperiksa atau dites urine-nya,’’ tandasnya. (ad-57)