JAKARTA-Bank-bank BUMN merevisi target penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) seiring dengan keputusan pemerintah mengubah target KUR menjadi Rp18 triliun dari semula Rp 13 triliun.
Dari lima bank BUMN ditambah Bank Bukopin, Bank BRI masih diharapkan menjadi penyalur KUR terbesar, yakni sekitar Rp 8 triliun.
Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan begitu tahu Menteri Koordinator Perekonomian merevisi target, pihaknya langsung mengadakan rapat dengan bank-bank BUMN.
”Revisi target penyaluran KUR bank BUMN diklasifikasikan menjadi dua, yaitu batas bawah dan batas atas. Selain bank BUMN, pemerintah merevisi target KUR 134 Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi Rp 2 triliun untuk batas bawah dan Rp 2,2 triliun untuk batas atas,” tuturnya di kantor Kementerian BUMN, kemarin.
Data Kementerian BUMN menunjukkan revisi target penyaluran KUR untuk bank BUMN adalah Bank BNI Rp 1,56 triliun-Rp 3 triliun, Bank BRI Rp 6,2 triliun-Rp 8 triliun, Bank Mandiri Rp 1,84 triliun-Rp 3 triliun, Bank BTN Rp 610 miliar-Rp 650 miliar, dan Bank Syariah Mandiri Rp 400 miliar-Rp 450 miliar.
Untuk Bank Bukopin ditetapkan batas bawah penyaluran kredit Rp 500 miliar dan batas atas Rp 700 miliar. Jumlah total batas bawah Rp 13,115 triliun, sedangkan batas atas Rp 18 triliun. (bn-29)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad