Suara Muria
09 Juli 2010
Pemandu Karaoke Dibina
PATI - Kendati belum ada keputusan apakah tempat karaoke ditutup permanen atau tetap beroperasi, upaya berbenah mulai dilakukan. Paguyuban Pemilik dan Pengelola Usaha Kafe dan Karaoke Kabupaten Pati, kemarin, mengumpulkan ratusan perempuan pemandu karaoke (PK) untuk diberikan pengarahan dan pembinaan.
Dalam pertemuan yang digelar di aula Hotel Gritary itu, PK diminta untuk bersikap dan berpakaian sopan saat bekerja atau di luar tempat kerja. Selain itu, mereka juga diminta menghindari pelayanan berlebihan terhadap pengunjung, apalagi berbuat mesum di dalam ruang karaoke.
Juru bicara Paguyuban Heri Susanto mengemukakan, pertemuan dengan ratusan PK beserta karyawan kafe dan karaoke se-Kabupaten Pati tersebut sebagai bagian dari kesadaran pengusaha untuk berbenah diri dalam menjalankan usahanya. Mengingat belakangan ini, tempat usaha beserta semua unsur di dalamnya menjadi sorotan tajam masyarakat.
Selain pembinaan PK yang selama ini diakui menjadi sasaran kritik masyarakat karena sikap dan penampilannya, Heri menekankan, para pengusaha tempat karaoke sepakat membenahi tempat usahanya.
''Setiap ruang karaoke tidak boleh tertutup rapat dan diberi kaca agar terlihat dari luar. Ruangan juga tidak dapat dikunci dari dalam untuk memudahkan pemantauan. Selain itu, tidak ada lagi pejualan atau penyimpanan minuman keras kecuali minuman yang berkadar alkohol di bawah 5%," ujarnya saat memberikan pembinaan bersama pengurus paguyuban lainnya, Bagus Pristianto dan Suroso, serta Pembina Paguyuban Edy Siswanto.
Untuk lebih memudahkan pemantauan terhadap PK, pihaknya juga akan mendata melalui pengusaha dan pengelola di tiap tempat karaoke. Setelah itu, paguyuban mengeluarkan semacam kartu identitas PK.
"Jadi kalau ada PK yang berperilaku menyimpang dari aturan dan norma kartunya akan dicabut," paparnya. (H49-57)