panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
03 Juni 2010
Surat Pembaca
Upaya Menekan Kecelakaan Lalin
Tingginya angka kecelakaan lalu lintas, sebagian besar orang mengatakan sulit untuk mengatasinya. Hal tersebut tidak demikian apabila ada kepercayaan yang kuat dari para pemangku kepentingan.

Masalah ini pasti bisa diatasai walaupun tidak bisa dihilangkan, tetapi paling tidak bisa diperkecil angkanya. Tidak ada alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa masalah tersebut penanganannya sulit dan memerlukan banyak biaya.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah sangat jelas menerangkan bahwa negara bertanggung jawab atas lalu lintas dan angkutan jalan dan pernbinaannya dilaksanakan oleh pemerintah melalui 5 (lima) instansi pembina lalu lintas dan angkutan jalan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Pemerintah menyediakan alokasi dana untuk pencegahan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.

Bila mencermati dari 2 (dua) keterangan itu, setidak-tidaknya kita sudah mempunyai modal untuk segera dapat mewujudkan. Terwujud dan tidaknya upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas ini tergantung pada apakah orang-orang yang diberi tanggung jawab di bidang tersebut percaya apa tidak bahwa kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.

Undang-undang sudah menjamin adanya instansi yang ditunjuk, khususnya kepada kementerian negara yang bertanggung jawab di bidang jalan, sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melaksanakannya, dan dana pun disediakan pula.

Jika di daerah ternyata tidak ada petunjuk yang mengarah adanya perhatian untuk mengatasi masalah ini, maka perlu dipertanyakan apa penyebabnya. Jangan ada kesan undang-undang ini dibuat hanya bertujuan untuk mencari muka, agar anggota DPR di mata rakyat kelihatannya pintar dan benar-benar memperhatikan rakyat, atau mungkin Pemerintah Pusat sudah merealisasikan apa yang diamanatkan oleh undang-undang, tapi setelah dana diserahkan melalui Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kabupaten/Kota, para bupati /wali kota sengaja tidak segera melaksanakan karena ada beberapa alasan tentunya hanya mereka yang tahu.

Untuk itu fungsi pengawasan DPR juga dijalankan, berdasarkan asas dan tujuan undang-undang ini, maka masyarakat perlu mengetahuinya. Untuk menekan angka kecelakaan lalu iintas, undang-undang ini memberi petunjuk ada beberapa upaya yang saling terkait dan harus dilaksanakan secara bersama-sama dan terus-menerus antara lain: Upaya pembinaan meliputi peningkatan intensitas pendidikan berlalu lintas, penyuluhan hukum dan pembinaan sumber daya manusia.

Upaya pencegahan dilakukan melalui peningkatan pengawasan kelaikan jalan, sarana dan prasarana jalan serta kelaikan kendaraan, termasuk pengawasan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Upaya pengaturan meliputi manajemen dan rekayasa lalu Iintas dan modernisasi sarana dan prasarana lalu lintas.

Upaya penegakan hukum dilaksanakan lebih efektif melalui perumusan ketentuan hukum yang lebih jelas serta penerapan sanksi yang lebih tegas. Untuk lebih cepat mewujudkan harapan tersebut, maka petugas dari instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan, harus tidak ada kata bosan untuk mengupayakan dan jika perlu diadakan kerja sama dengan pihak lain.

Rakhmad Taufiq
Jl. Ganesa II No.5 Kudus
(0291) 435082

***
Tingkatkan Takwa

Beberapa waktu yang lalu tokoh-tokoh tertentu dan demo-demo mahasiswa menyuarakan agar Ibu Sri Mulyani mundur dari jabatan Menkeu Republik Indonesia. Dia juga ‘’ditolak’’ di DPR (Suara Merdeka, 12 Mei 2010).

Kini secara resmi Sri Mulyani telah mengundurkan diri, karena diminta untuk menangani tugas yang lebih luas jangkauannya, dan berpindah kerja ke Amerika Serikat.

Ini berarti peningkatan diri untuk mengembangkan profesi sebagai seorang ahli ekonomi. Sejenak kami tersentak, kemudian yakin bahwa keputusan itu dari Yang Maha Menentukan (Al Qaadir - The Able). Mengenai masalah dengan DPR, semoga diberikan solusi dari Yang Maha Pembawa Kebaikan (Al Barru - The Source of All Goodness).

Mengingat sekarang ini banyak fitnah dan bencana, mari kita tingkatkan takwa dengan harapan selalu dilindungi oleh Yang Maha Menjaga (Al Muhaimin - The Protector).

Dra Hj Titi Supratignyo, M.Ed.
Jl Stonen No 5, Semarang

***
Mendambakan Biaya SNMPTN Murah

Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun 2010 pendaftaran SNMPTN benar-benar full online.  Peserta hanya cukup menyetor uang ke bank yang ditunjuk. Kemudian dengan nomor PIN yang didapat dalam bukti penyetoran tersebut peserta langsung bisa mendaftar secara online, tanpa harus menunggu antrean pengambilan formulir dan proses verifikasi.

Pihak panitia mengatakan perubahan sistem pendaftaran SNMPTN ini jauh lebih hemat. Biayanya pun bisa ditekan karena pengurangan penggunaan kertas-kertas. Pendaftaran seperti ini pun lebih menghemat tenaga karena semua dilakukan secara online. Kemudian yang menjadi pertanyaan, mengapa biaya pendaftaran SNMPTN tahun ini tidak turun? Biaya masih Rp 150.000, sama dengan biaya di tahun-tahun sebelumnya.

Semestinya dengan perubahan sistem yang bisa menekan biaya operasional pendaftaran SNMPTN bisa berdampak pada penurunan biaya pendaftaran yang semula Rp 150.000. Kemudian dengan tidak turunnya biaya pendaftaran logikannya ada surplus uang. Entah kemana nantinya uang tersebut akan beredar, kita orang awam tidak tahu-menahu.

Tetapi hal ini cukup mencerminkan betapa pendidikan di negeri ini begitu ”diperdagangkan”. Rakyat yang berstatus menengah ke bawah (miskin) yang bercita-cita meneruskan sekolah untuk menjadi sarjana harus dipaksa menemui benturan tembok biaya yang mahal.  Bagaimana tidak, untuk sekedar mendaftar saja harus mengeluarkan uang sebesar itu. Ya, mungkin bagi kalangan menengah ke atas hal itu biasa-biasa saja.

Akan tetapi apakah pendidikan di Negara ini memang tidak akan pernah berpihak pada rakyat kecil? Kita mendambakan biaya SNMPTN dan pendaftaran-pendaftaran semacam itu menjadi lebih murah dan terjangkau untuk kelangan rakyat kecil. Semoga!

Vico Luthfi Ipmawan
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta

***
Majulah Pendidikan Belalah yang Lemah

Terima kasih pada Suara Merdeka yang telah memuat tulisan saya serta para simpatisan yang kirim lewat SMS, terima kasih atas dukungannya. Hal ini membuat saya lebih termotivasi untuk mengungkap isi hati saya.  Saya salut pada langkah pemerintah yang mengikutsertakan para guru swasta memperoleh sertifikasi, ini adalah langkah konkret pemerintah menghargai guru-guru swasta yang juga ikut andil dalam mencerdaskan bangsa.

Sekarang mari kita cermati apa yang saya alami. Di tempat kami, sekolah yang peserta didiknya kurang dari 20 harus menginduk dengan banyak pertimbangan, sayang tidak mempertimbangkan segi psikologis para peserta didik.  Saya menyaksikan sendiri peserta didik yang harus menginduk di sekolah lain, kebetulan berjumlah 13. Alangkah beda sikap dan penampilan mereka dengan para peserta didik dari sekolah asal.

Mereka berdiri di pojok gerbang sekolah, menanti teman-teman mereka, setelah berjumlah 13 baru mereka masuk di tempat yang asing, guru yang asing pula. Di akhir ujian ada yang kejang dan pingsan, saya bawa ke RSU, kata dokter dia stress. Mereka anak-anak yang kurang mampu baik finansial maupun kemampuan otak, haruskah lebih ditekan lagi?

Jika kita perhatikan, akhir-akhir ini banyak SMA swasta yang tutup, tidak punya peserta didik, padahal SMA swasta banyak menerima anak-anak yang tidak diterima di negeri karena NEM kurang, anak  dianggap ”nakal”, dan tidak mampu secara finansial, namun bisa mengantarkan anak-anak tersebut meraih impian. Ada yang menjadi dokter, hakim, dosen, guru, insinyur, dan lainnya.

SMA-SMA swasta yang menampung anak anak ”bermasalah” kini pelan-pelan menghilang, mematikan pula impian-impian anak marginal yang bercita-cita tinggi. Zaman saya dulu meskipun kami tidak mampu, bila ditanya tentang cita-cita menjawab pingin jadi dokter, guru, insinyur, hakim, dan lainnya. Sekarang apa masih terjadi? Mari kita renungkan.

Widyastuti
Perum Ambarawa Asri
Jl Mutiara No 316, Bawen

***
Sri Mulyani, Kumbokarno atau Wibisono

Bagi penggemar wayang, pasti sudah maklum. Kumbokarno, saudara sekandung Wibisono.  Keduanya jujur, bersih, mengutamakan pengabdian untuk negara, berpikir jauh ke depan dan berani melakukan perubahan.

Hal ini tampak dari tindakannya yang aktif merespon tindak ambisi kakaknya sekandung, Rahwana, Raja Alengka. Bukan seperti perilaku saudara kandung lain, Sarpokenoko atau pamannya Prahasta, anaknya Indrajit yang memilih mencari aman.

Menjelang ‘’perang dunia’’ Ramayana Kumbokarno enggan terlibat, dia pilih tidur. Dia tidak memihak Rahwana, bahkan pemberian Rahwana berupa makanan yang ada dalam perut dikembalikan.

Kumbokarno berjuang melindungi bangsanya, tanah airnya dari cengkeraman bangsa asing. Raksasa berbudi baik ini gugur sebagai pahlawan.

Wibisono berjuang non-kooperatif, menyeberang ikut kelompok Rama Wijaya. Dia meninggalkan pembenaran, mencari kebenaran. Ramayana purna, Wibisono pulang menduduki takhta Alengka. Yang jelas, Indonesia bukan Alengka. Tetapi lirik lagu campursari terngiang: ”Sri, kapan kowe bali?”.

Menkeu RI yang konon punya obsesi menyatukan mata uang dunia ini pernah berujar: Mendiang orang tua saya akan kecewa kalau saya neolib. Namun yang pasti mendiang orang tua beliau sangat paham tentang Kumbokarno dan Wibisono, serta ajaran bapak pendidikan: ”Ngeli nanging ora keli”.

dr Nurkukuh, M.Kes.
Sinanggul, Mlonggo, Jepara

***
Jalan Masuk ke Pasar Kalinyamat Rusak

Mumpung bulan ini termasuk bulan tenang, hujan mulai mereda, alangkah enak dan nyamannya jika jalan-jalan yang  menuju pasar dibuat mulus. Sebaiknya para pengamat dari Kabupaten Jepara langsung datang mengecek/membuktikan langsung apa yang terjadi.

Jalan yang semula beraspal ternyata baru beberapa bulan telah banyak yang rusak/berlubang/hilang aspalnya. Bapak Kepala DPUK sebaiknya segera membuat laporan kepada Bapak Bupati, karena adanya jalan yang rusak, mengganggu kelancaran lalin.

Amar Makruf
Purwogondo, Kalinyamat, Jepara
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER