panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
02 Juni 2010
Ki Anom Dwijokangko Dalang Terbaik
SOLO- Dalang muda Ki Anom Dwijokangko SSn yang mewakili eks Karesidenan Surakarta berhasil menyandang predikat penyaji terbaik pada Festival Dalang tingkat Provinsi Jawa Tengah. Festival yang diadakan di pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta(TBS) berlangsung dua hari itu, berakhir Sabtu lalu.

Festival yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng bekerjasama dengan Pepadi Jateng merupakan kegiatan rutin tiap tahun. Ajang itu diikuti enam dalang yang mewakili eks karesidenan. Pada malam pertama, Jumat malam, ditampilkan dua dalang dari Surakarta dan Semarang. Selain itu  juga disajikan pamer kemampuan dalang bocah yaitu Magistra Yoga Utama yang mengusung wayang kancil.

Dengan menyuguhkan lakon Jorosondho dalam gaya Surakarta, Dwijokangko menyabet tiga kategori terbaik yaitu garap alur cerita, lakon garap karawitan, dan sabet pakeliran. Di urutan kedua, Ki Kriswanto(Banyumas) yang mendapat dua kategori terbaik pada garap sulukan serta dhodhogan dan keprakan. Disusul penyaji terbaik berikutnya Ki Purwowidagdo(Pati) yang mampu menampilkan garap bahasa dan sastra pedalangan terbaik.

Dalang  Ki Gunawan Prasetyo yang mewakili Eks Karesiden Kedu mendapat predikat sebagai seniman dalang berpenampilan terbaik. Dua dalang yang tidak mendapat predikat penyaji terbaik adalah Ki Sutrisno SPd(Semarang) dan Ki Jati Murti Probo Raharjo dari eks Karesidenan Pekalongan.

Tuntunan

Dalang kondang, Ki Manteb Soedarsono, yang menjadi anggota dewan pengamat dalam evaluasinya menyatalan penonton wayang kulit adalah orang pintar. Sebab, menurut dalang yang mendapat sebutan dalang setan itu, wayang tidak saja menjadi tontonan tetapi juga tuntunan.

 ”Dibutuhkan olah rasa dan pikiran ketika orang menyaksikan wayang kulit.Tidak seperti sajian yang hanya bisa membuat penontonnya tertawa,” sambil menyebut beberapa program di televisi.

Demikian juga seorang dalang, lanjutnya, ketika tampil tidak cukup hanya bisa garap alur ceritra saja. Tetapi juga karawitan, sabet, dan pandai dalam bahasa serta sastra.

Sementara Ki Bambang Murtiyoso, pengajar jurusan Pedalangan Institut Seni Indonesia(ISI) Solo yang juga dewan pengamat fesitval menambahkan, dalam pakeliran padat, seperti dalam festival, dalang harus cerdas dalam menyajikan berbagai garapan  sesuai durasi waktu yang ditetapkan.(sri-73)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER