panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
25 Mei 2010
Derita Keluarga Transmigran (2-Habis)
Bisa Pulang dengan Menjual Beras Jatah
image

GURAT kesedihan nyaris tidak tampak di wajah Sugiono (38). Padahal dalam beberapa bulan terakhir, transmigran asal Kaliduren, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, tersebut mengecap ”luka” selama di daerah transmigrasi di Kalimantan Barat.

Ditemui saat ngudarasa di Kantor Kecamatan Getasan, Selasa (18/5), ia berkisah bahwa meski terkatung-katung tanpa menggarap lahan, ia mengaku tidak kecewa.

Pria yang mengikuti transmigrasi umum bersama istri dan satu anaknya itu menjelaskan, pada 25 Desember 2009 berangkat menuju Desa Kepala Gurung, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu (Putu Sibau), Kalimantan Barat. Ia mendaftar di Disnakertrans Kabupaten Semarang dan berangkat bersama-sama dari Kota Semarang bersama 49 keluarga se-Jateng.

”Dari Kabupaten Semarang ada delapan orang. Selama ini yang kami lakukan adalah menunggu lahan umum (LU) sambil membersihkan lahan pekarangan (LP),” jelas dia.

Menurut dia, sebanyak 22 keluarga asal Jateng memilih pulang karena lahan yang akan diolah masih dalam sengketa adat. Perdebatan panjang terjadi antara desa yang ditempati dengan desa tetangganya yang berada di tengah hutan.

”Para kepala desa sudah dipanggil DPRD setempat, namun juga tak ada titik temu. Kami ingin pulang dan relokasi ke tempat transmigrasi lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, keluarganya bisa pulang lantaran menjual beras jatah hidup di tanah transmigrasi. Uang yang didapat dari menjual beras tersebut Rp 550 ribu. ”Ada yang menjual panci, pakaian, dan sebagainya agar bisa pulang ke kampung halaman,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selama di tanah transmigrasi hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Kekuatan bertahan di lokasi itu karena adanya motivasi banyaknya transmigran yang sukses. ”Saya berharap bisa sukses dan menginformasikan ke warga di dusun saya agar mereka yang tak punya lahan ikut transmigrasi,” tuturnya.

Karena desa yang dituju berada di tengah hutan, bekerja selain bertani sangat jauh. Untuk keluar dari jalan provinsi beraspal sejauh 27 kilometer. Dia mengatakan, untuk menuju ke sekolah anaknya jalan kaki 1 kilometer dengan medan perbukitan yang naik turun. ”Dulu katanya bisa naik sepeda ternyata medannya susah. Lalu tenaga medis di sana sering mengeluh karena melayani warga transmigrasi. Sementara dia tak mendapat dana dari Departemen Transmigrasi,” tuturnya.

Uang Saku

Ia mengaku tak masalah jika harus bekerja keras di lokasi baru itu. Asal lahan yang akan digarap bukan lahan sengketa. Karena tidak bekerja, ia pun bersama keluarga menghabiskan uang saku dari rumah. ”Saya tak bekerja sementara anak butuh jajan. Akhirnya uang saku dihabiskan. Kami hanya makan dari jatah yang diberi pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia mengaku iri dengan transmigran lain yang diberi uang saku Dinas Transmigrasi Kabupaten/Kota setempat dengan jumlah yang bervariasi. Ia hanya diberi Rp 800 ribu dari Pemprov, sama seperti 49 transmigran lain se-Jateng. ”Saat ini masih ada 27 transmigran yang belum bisa pulang,” kata dia.

Dia menambahkan, kondisi lahan di desa yang dituju itu tak bisa ditanami sayuran. Menurut dia, di dalam tanahnya terdapat kandungan batu bara. ”Saya menanam bibit sayur hanya bisa tumbuh tapi tak bisa panen.” Ia menegaskan, jika nanti mendapat relokasi ke Bengkulu misalnya, akan diberikan untuk warga di dusunnya. Ia akan meminta ke pemerintah daerah agar uang saku untuk pulang bisa diganti. ”Saya akan menemui Bupati Semarang,” imbuhnya.

Sekcam Getasan Sigit Suripno mengatakan, apa yang dialami Sugiono hanya kasuistik. Sebab, menurutnya, banyak transmigran yang bisa sukses. ”Mungkin ini menjadi evaluasi bagi penyelenggara transmigrasi,” jelasnya saat mendengarkan kisah yang dialami Sugiono. (Rony Yuwono-60)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER