panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
26 April 2010
Pasar Kodok Lembu Terbuka Luas
  • Hipmi Genjot Budidaya
GUNUNGPATI-Peluang pasar kodok lembu terbuka luas. Sayangnya, pasokan kodok justru semakin menipis.
Hal itu yang mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Semarang mengajak pemuda wilayah Kelurahan Sadeng, Gunungpati, untuk membudidayakan kodok.

Ribuan kodok jenis lembu (american bullfrog) ini telah dibudidayakan 15 pemuda yang tergabung dalam Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP).

Ditemui Suara Merdeka, Sabtu (25/4), kodok lembu menempati kolam seluas 1x1,5 meter dengan ketinggian 1 meter di RT 06 RW 04 Sadeng Gunungpati. Ketinggian kolam sengaja dibangun tinggi agar kodok tersebut tidak bisa melompat keluar kolam.

Air yang berada di kolam pun hanya setinggi pinggang kodok. Kodok dipisahkan sesuai umurnya. Mulai dari 3,5 bulan hingga kodok precil, usianya kurang dari 3,5 bulan. Berbeda dengan kodok lokal, kodok lembu ini berukuran lebih berat dan besar. Mencapai 500 gram dibanding kodok lokal hanya 100-150 gram.

Kodok jenis ini berwarna hijau kecoklatan. Mudah beradaptasi dengan lingkungannya, memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, tidak tergantung pakan alami seperti serangga dan laron. ’’Budidaya kodok lembu tidak terlalu memerlukan lahan luas sehingga sangat cocok untuk dikembangkan di perkotaan,’’ kata Sekretaris 1 Hipmi Kota Semarang, Dwiyono Wahyu Adiarso.

Pasar Lokal

Untuk pasar lokal sendiri, Dwiyono mengaku, kelompoknya masih belum mampu memenuhi permintaan pasar. Saat ini permintaan pasar satu restorannya mencapai 250 kilogram per hari. Jika dihitung, kurang lebih 250 kilogram per hari jika ada 10 restoran di Semarang. Sementara, hasil panen saat ini mencapai 2.000 ekor yang siap dipasok.

Setiap satu kotaknya terdapat 200 ekor kodok. Kodok kecil serta induk pun tidak bisa dicampur. Hanya ada satu kotak induk. Sementara yang lain untuk penggemukan. Jadi tidak bisa dicampur dengan kodok yang masih kecil-kecil.

Dwiyono mengungkapkan, pihaknya membeli benih dengan harga Rp 2.000 per ekor . Setelah dipelihara selama tiga hingga lima bulan kodok tersebut baru bisa dipanen dengan harga Rp 30-35 ribu per kilogram. Dwiyono optimistis usaha yang dirintisnya bersama anggota KUPP bisa berkembang. Dalam waktu dekat, 600 ekor kodok lembu berusia 3,5 bulan siap dipasarkan ke Bali, Surabaya, Malang, Bandung dan Jakarta. (K14-87)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER