JAKARTA-Melihat penampilan mereka di atas panggung, tak seorang pun mengira bahwa mereka bukanlah sebuah kelompok band profesional. Sebagai musisi jazz yang layaknya tampil stylish dan keren, mereka memainkan nomor-nomor jazz dengan sangat ringan dan rapi.
Lagu-lagu yang mereka bawakan enak didengar dan membuat siapapun yang mendengar lantas menggoyangkan kaki dan kepala, menikmati alunan musik yang keluar dari tangan-tangan trampil mereka. Tapi beberapa wajah diantara para pemain itu begitu familiar, amat terkenal, bukan sebagai pemain jazz, melainkan sebagai pakar-pakar di bidang masing-masing.
’’Kami memang para guru besar dari Universitas Indonesia. Tetapi di atas panggung ini, bukan untuk memberi ceramah atau mendiskusikan sesuatu yang serius, sekarang kami sedang ngeband. Menghibur para tamu yang memenuhi kafe ini,’’ ungkap Prof Sarlito Wirawan, Guru Besar Ilmu Psikologi UI itu membuka sapaan pada pengunjung yang memenuhi sebuah kafe di Margo City, Depok, Minggu (11/4) malam.
The Professor memang digawangi oleh 9 guru besar UI dari berbagai disiplin ilmu. Selain Sarlito yang memainkan saksofon, masih ada Prof Dr Rony Nitibaskara (FISIP/Kriminolog) mandolin, Prof Dr Safri Nugraha (Fakultas Hukum) gitar, Prof Dr Agus Sarjono (FH) gitar, Prof Dr Benni Hoed (Fakultas Ilmu Budaya) harmonika, Prof Dr Ichramsyah A Rachman (Fakultas Kedokteran), Prof Dr Gumilar Soemantri (FISIP/Sosiologi) vokalis, serta Prof Dr Paulus Wirutomo (FISIP) drum.
Untuk melengkapi kebutuhan sound, The Professor menggandeng player nonprofessor.
Mereka adalah Satriawan Wiguna, mahasiswa jurusan teknik mesin, Catharina Wuritomo, istri Prof Paulus yang memainkan alto saksofon, serta Harry Wishny SE dari Universitas Bina Nusantaram, pemain keyboard, yang juga menjadi pelatih serta bertanggung jawab terhadap aransemen atas nomor-nomor yang mereka bawakan.
Nomor Lawas
Malam itu penampilan mereka semakin seru dengan bintang tamu Dr Adhyaksa Dault, mantan Menpora yang tampil sebagai vokalis. Acara dibuka dengan nomor instrumen ’’West End Girls’’, sebuah nomor synthpop yang diaransemen menjadi begitu jazzy ini populer sekitar tahun 1980-an oleh Pet Shop Boys. Dilanjutkan penampilan Adhyaksa Dault yang membawakan ’’Cempaka Wangi’’, sebuah lagu ciptaan A Usman yang begitu populer pada tahun 1960-an.
Malam itu sembian lagu yang dibawakan The Professor memang banyak yang merupakan nomor-nomor lawas, yang hits pada masanya.
Penampilan penyanyi cilik mengejutkan datang dari Lana Nitibaskoro, putri Prof Ronny Nitibaskoro yang baru berusia 8 tahun.
Di atas panggung, penyanyi cilik bersuara berat itu fasih membawakan nomor lawas ’’Beyond The Sea’’. Lagu yang populer di tahun 1960-an ini dipopulerkan oleh Bobby Darin. Lana membawakannya begitu menggemaskan, lincah, dan menggelitik.
Selama ini mereka memang terbiasa memainkan nomor-nomor kondang dunia beraliran jazz atau pop yang diaransemen ke dalam genre musik jazz. Malam itu mereka juga membawakan lagu populer Mus Mujiono, ’’Arti Kehidupan’’. ’’All of Me’’ menyusul dinyanyikan.
Lagu lawas yang diciptakan Gerald Merek ini populer melalui alunan Seymor Simon pada 1931. Sejak itu lagu ini makin populer setelah dibawakan Billie Holiday dan Louis Armstrong. Lagu ciptaan George
Gershwin yang dipertunjukkan untuk opera Porgy and Bess pada tahun 1935, ’’Summertime’’ menyusul melalui alunan suara Iriani Yudoyoko. Night Bird dari Shakatak menyusul kemudian, ’’A Fool Such As I’’ karya Bill Trader menjadi lagu berikutnya yang disimak begitu nikmat oleh penonton.
Di pengujung waktu, The Professor membawakan nomor ’’Terajana’’ karya Rhoma Irama dalam irama jazz yang begitu riang dan apik. Penonton yang memenuhi kafe, nampak begitu puas dengan penampilan The Professor. (tn-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad