panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
09 April 2010
15 Jaksa Jadi Tersangka
  • Susno Ungkap Identitas Mr X
image

JAKARTA - Tersangka dalam kasus Gayus Tambunan terus bertambah. Kejagung menetapkan sebanyak 15 jaksa jadi tersangka. Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Agung Hendarman Supandji, kemarin di Gorontalo. Hendarman akan merampungkan pemeriksaan kelima belas jaksa itu, lengkap dengan derajat kesalahan yang disimpulkan untuk masing-masing jaksa. “Ada sekitar 15 orang jaksa yang diduga terlibat dalam kasus ini,” kata Hendarman saat berkunjung ke Gorontalo, Kamis.

Kelima belas jaksa tersebut diduga terlibat dalam proses perkara Gayus, mulai dari pra penuntutan hingga perkara itu dilimpahkan kepada pengadilan.

Menurut dia, polisi sebelumnya telah menetapkan kasus Gayus sebagai korupsi, pencucian uang dan penggelapan, namun oleh jaksa dalam surat dakwaan kasus itu hanya dinilai sebagai pencucian uang dan penggelapan. “Jaksa yang berperan di situ bukan hanya empat orang. Bukan pula hanya peneliti, tapi ada juga atasan yang memberikan persetujuan atas penelitian itu,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji membeberkan inisial Mr X di DPR. Ia menegaskan, Mr X bukanlah seorang polisi. Namun demikian, dia membantah telah menyebarkan inisial Mr X dan Mr Y, yang diduga sebagai sutradara makelar kasus.

”Mengenai Mr X kan sudah diungkap oleh beberapa media massa. Mr X itu bukan polisi. Mr X sebetulnya adalah musuhnya para pengacara,” katanya saat memberikan keterangan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (8/4).
Dia menambahkan, dari berita di media massa yang diketahuinya, Mr X banyak membantu mengungkap kasus-kasus besar kepolisian. Sehingga kalaupun identitas Mr X terungkap, bukanlah dari dirinya.

Dia menduga, keberadaan Mr X sudah lama bermain di Polri dan sambung menyambung.
”Mati satu, muncul Mr X lain. Ini menjadi tugas kita untuk memberantas. Mafia di Polri banyak sesuai dengan levelnya. Mafia itu rata-rata bukan pengacara,” ucapnya.

Dalam rapat tersebut, Susno memang tidak mau menyebutkan identitas asli Mr X. Namun Ketua Komisi III, Benny K Harman usai pertemuan tertutup dengan Susno mengakui, Mr X yang disebut Susno adalah SJ.
”Mr X adalah SJ. Dia bukan anggota kepolisian. Ditengarai, SJ adalah orang yang memiliki kedekatan dengan MP. Oleh karena itu, Komisi III akan segera memanggil MP dan SJ,” ungkap Benny. MP adalah salah satu petinggi Polri.

Jasa Mafia

Benny menambahkan, Susno mengetahui 140-an perusahaan yang menggunakan jasa mafia tersebut. Sementara dalam rapat, Susno kembali menegaskan kasus yang melibatkan Gayus Tambunan adalah kasus kecil. Sebab, masih banyak orang di atas Gayus yang mengambil keputusan.

”Masih ada tempat-tempat lain yang memungkinkan uang dari permainan keringanan pajak,” imbuhnya.
Dia juga membantah, dirinya mau mengungkap kasus tersebut karena didorong oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum untuk mengalihkan isu Bank Century atau dijanjikan menjadi Kapolri.

”Tidak ada motivasi untuk itu. Semua karena kecintaan pada polisi. Saya tahu akibatnya kalau saya begini. Ini bukan cara untuk menjadi Kapolri. Di tubuh polisi, tentu banyak yang membenci saya, khususnya yang suka korupsi,” ujarnya.

Dia menegaskan, kasus tersebut adalah pintu masuk untuk mengungkap kasus yang lebih besar.
”Apakah ada di posisi dirjen atau pada menteri. Semua itu sudah kita pelajari, tetapi sayang itu tidak dilanjutkan untuk mengungkap korupsinya. Justru dua hari setelah saya turun, kok saya ditikam dari belakang,” keluhnya.


Sudah Dibuka

Dikatakan, pintu sudah dibuka dan Gayus sudah mengaku. Sebab, Gayus punya atasan. Sehingga, penyidik tinggal mengungkap berapa perusahaan yang ada main dengan Gayus dan mendapat keringanan.
”Kemudian, siapa yang tukang menghimpun dana. Apakah Gayus langsung potong seperti tukang parkir atau memang dia pembaginya? Inilah yang perlu diungkap oleh penyidik, bukan Gayus-nya,” ujar Susno.

Sebab bila Polri serius, maka akan sangat mudah membongkar kasus tersebut. Sebab, para tersangkanya sudah tertangkap. Selain itu, mereka masih bisa bicara. Sehingga, tinggal kemauan dan kejujuran untuk mengungkap.  ”Supaya tidak bertebaran lagi isu Susno menerima Rp 5 miliar. Memang direncanakan untuk saya ada (jatah). Tapi tidak pernah saya minta dan sampai sekarang juga belum sampai. Saya ingin tahu, siapa yang menikmati ”jatah” saya? Sudah berapa bulan dia menikmati itu,” selorohnya.

Ditegaskan, dirinya tidak meminta uang tersebut. Namun, Andi Kosasih mengaku sudah menyerahkan uang itu kepada Susno.
Dikatakan, kehadirannya dalam rapat bukan karena dia takut, melainkan agar momentum yang telah bergulir itu tidak mati di tengah jalan. Terkait dengan penanganan kasus markus, Susno justru sangat berharap dipanggil.
Rapat kemarin juga sempat diwarnai oleh hujan interupsi anggota Dewan. Sebagian menginginkan agar rapat dilakukan secara tertutup. Sementara, anggota lainnya menginginkan agar rapat dilakukan secara terbuka. 

”Kasus ini harus bisa dibongkar dan jelas siapa yang dimaksud dengan Mr X atau PT Arwana. Jangan sampai menimbulkan kecurigaan dan kebingungan. Kalau kita menganut asas praduga tak bersalah, maka penyebutan nama harus dilakukan dengan tertutup,” kata Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsudin (FPG).

Kehadiran Susno yang mengenakan seragam Polri, pada awal rapat juga sempat dipermasalahkan. Ruhut Sitompoel dari FPD menilai, perlu ada penjelasan mengapa Susno mengenakan seragam Polri.

”Saya diundang oleh Komisi III sebagai pribadi, tanpa jabatan dan undangan dialamatkan ke rumah. Dasar dari undangan ini adalah dengan surat pribadi saya yang dialamatkan kepada Dewan. Kenapa memakai seragam, itu karena saat ini masih jam dinas,” tegas Susno menjawab pertanyaan tersebut.
Namun pada sesi dua usai sidang diskors untuk istirahat dan makan siang, Susno tidak lagi mengenakan seragamnya, melainkan batik berlengan pendek. (H28,ant-61)

 

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER