SEMARANG - Untuk meningkatkan dan menyempurnakan standar internasional yang telah diterapkan, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) berencana menggandeng Universitas Maastricht di Belanda pada 2012. Kerja sama tersebut akan diwujudkan dalam bentuk pertukaran pelajar, pertukaran dosen, dan penelitian.
Dekan Fakultas Kedokteran Unissula Dr dokter Taufiq R Nasihun MKes SpAnd mengatakan, rencana kerja sama diputuskan setelah pihaknya bersama RS Islam Sultan Agung melakukan studi banding ke Fakultas Kdokteran dan Rumah Sakit Pendidikan (teaching hospital) Universitas Maastricht pada 23-27 Maret lalu.
Universitas Maastricht sudah sejak 1974 menerapkan program based learning, yakni menggunakan metode memberikan masalah pada siswa di mana siswa harus dapat memecahkan masalah melalui diskusi bersama dosen, sehingga dosen tak lagi banyak berada di depan kelas untuk mengajar siswa, namun siswa diajak untuk lebih aktif, kritis, dan inisiatif.
Menurutnya, dibandingkan dengan FK Universitas Maastricht, FK Unissula masih harus banyak belajar soal aspek manajemen, pengembangan fakultas, evaluasi program, asesmen, pelaksanaan, dan rumah sakit pendidikan. “Meski kami telah menggunakan standar internasional, kami masih ingin terus menyempurnakannya termasuk program based learning yang telah diterapkan sejak 2005,” ujarnya.
Dalam pengelolaan pendidikan yang bersifat akademik profesional seperti pendidikan kedokteran, lanjutnya, diperlukan rumah sakit pendidikan. Karena itulah, selain meningkatkan perkembangan fakultas, FK Unissula juga akan meningkatkan kualitas rumah sakit pendidikan di Unissula, yakni RS Islam Sultan Agung.
Pelayanan
“Peningkatan akan dimulai dari aspek pelayanan dengan mengutamakan kepuasan dan keselamatan pasien. Meski begitu, konsekuensinya sangat tinggi seperti dalam bidang sumber daya manusia, peralatan, hingga jaminan mutu,” terangnya.
Dia menjelaskan, di Belanda dan Jepang rumah sakit pendidikan justru menjadi rumah sakit yang paling baik untuk standar operating procedure (SOP). Sebab, pengobatan di rumah sakit pendidikan sudah berdasarkan bukti penelitian ilmiah. Seluruh obat yang digunakan sudah diteliti di berbagai negara dan terbukti manjur.
“Di rumah sakit pendidikan, yang seharusnya menangani pasien pertama kali adalah dokter atau dosen secara langsung, bukan mahasiswa praktik seperti yang selama ini sering terjadi,” kata Taufik.
Selain studi banding ke Universitas Maastricht, FK Unissula juga telah studi banding ke Univesitas Hiroshima pada 2009 lalu. Dengan Universitas Hiroshima, FK Unissula telah menjalin kerja sama dengan melakukan pertukaran tiga orang pelajar tingkat akhir pada akhir 2010. Para mahasiswa tersebut mendapat beasiswa dan didukung oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI. (J8-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad