panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
15 Maret 2010
Pendidikan Berkarakter untuk Jateng
  • Oleh Bambang Sadono
Pendidikan karakter, budi pekerti, kepribadian berbasis kultural, harus diutamakan sebagai muatan lokal, di tengah usaha menyiapkan siswa lolos standar kompetensi nasional

PENDIDIKAN
penting untuk bangsa manapun. Perubahan politik, ekonomi, peradaban, dan juga kesejahteraan untuk menjadi lebih baik, kuncinya pendidikan. Kemajuan Jepang dan Malaysia yang sering dikagumi, merupakan peran sistem pendidikannya. Secara nasional komitmen pada pentingnya pendidikan, dibuktikan dengan kebijakan anggaran 20 persen di APBN.

Di Jawa Tengah, pendidikan bukan hanya penting melainkan juga strategis. Keunggulan regional provinsi ini hanya bisa dicapai dengan sistem pendidikan yang bisa menjawab tantangan provinsi ini. Sumber daya manusia (SDM) adalah faktor strategis bagi Jprovinsi ini karena jumlahnya yang besar. Di sisi lain, keunggulan sumber daya alam (SDA) di provinsi ini, tidak seberuntung provinsi lain, khususnya di luar Jawa.

Jumlah penduduk yang besar, dengan angka pertumbuhan yang tinggi ini, bisa menjadi nilai lebih, tetapi, bisa juga memjadi malapetaka. Tergantung pada kualitasnya, baik fisik maupun kualitas intelektualnya. Karenanya pembangunan kesehatan dan pendidikan harus mendapat penanganan yang serius.

Sistem dan penanganan pendidikan yang tepat, akan menghasilkan output sebagai SDM yang akan mendukung perkembangan provinsi ini sendiri, ataupun menjadi sumbangan untuk mendukung pembangunan secara nasional. Bahkan di era yang makin global ini, SDM Jawa Tengah bisa ditawarkan sebagai unggulan yang bisa menghasilkan devisa, sebagai tenaga kerja di negara lain.

Di tengah berbagai keberhasilan, beberapa hal yang sering diprihatinkan Gubernur Bibit Waluyo adalah soal keluarga berencana (KB) dan krisis jatidiri. Keprihatinan soal KB memang masuk akal. Sejak institusi BKKBN, terutama di kabupaten/kota dieliminasi, kinerja pengendalian penduduk cenderung mengendor. Indikasinya terlihat dari angka kelahiran yang sudah bisa turun menjadi sekitar 2,1 persen di tahun 2003, saat ini angkanya sudah menjadi 2,3 persen.

Angka kelahiran ini tentu akan memperberat beban untuk menjamin kualitas SDM-nya, baik dari segi kualitas maupun karena besaran kuantitasnya. Sehingga perencanaan penyelenggaraan pendidikan bertanggung jawab pada jumlah yang lebih besar, dengan pertumbuhan yang lebih cepat.

Di sisi lain, berbagai krisis yang diprihatinkan Gubernur, mulai krisis ideologi, krisis jatidiri, krisis karakter, sampai krisis kepercayaan. Dengan kata lain, pendidikan di Jawa Tengah tidak boleh hanya menggunakan standar normal, seperti standar nasional, atau bahkan standar internasional. Bukan hanya diukur dari kompetensi siswa rata-rata di bidang kecerdasan, serta penguasaan ilmu dan teknologi.

Kegelisahan itu juga dirasakan oleh peserta konferensi DPRD yang membidangi pendidikan, yang disponsori USAID belum lama ini di Yogyakarta. Apa gunanya lulusan sekolah yang pandai menguasai teknoogi tetapi tidak dibekali kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat juang tinggi?
Jawa Tengah sebaiknya mengembangkan sistem pendidikan yang berkepribadian atau berkarakter. Di lapangan, Gubernur mulai melangkah untuk menjawab berbagai krisis yang dikemukakan tersebut. Murid sekolah setiap pagi dibekali dengan mendengarkan lagu-lagu perjuangan. Dengan metode ini, diharapkan siswa bisa terbangkitkan semangat juangnya, sekaligus mengenali dan mencontoh perjuangan para pahlawan bangsanya.

Muatan Lokal

Pendidikan karakter, budi pekerti, kepribadian yang berbasis kultural, harus diutamakan sebagai muatan lokal, di tengah kerasnya usaha untuk menyiapkan siswa lolos standar kompetensi nasional. Lulusan sekolah di provinsi ini harus dibekali salah satu atau beberapa kemampuan seperti bahasa Jawa, tari Jawa, musik Jawa, pedalangan, dan sebagainya.

Dengan pendidikan berkarakater atau berkepribadian akan bisa dihasilkan SDM dengan nilai lebih. Seperti orang Inggris yang dikenal sebagai gentleman, orang terhormat, dan terpercaya. Seperti orang Jepang, yang konsisten, lebih baik mati daripada malu. Orang China yang pekerja keras, dan tahan untuk bersusah payah. Lalu apa jatidiri kita? Inilah tugas pendidikan, di dalam maupun di luar sekolah.

Karena itu pendidikan bahasa Jawa saja tidak cukup. Kebudayaan Jawa yang juga meliputi filsafat, kesenian, sastra, dan sebagainya merupakan sumber kekayaan kepribadian dan karakter lokal yang potensial. Pengetahuan tentang wayang misalnya akan memperkaya perilaku dan cara berfikir SDM yang dididik di Jawa Tengah.

Pendidikan berkepribadian dan berkarakater untuk provinsi ini akan lebih terencana dengan baik, dengan melengkapi atau memperkuat visi Gubernur Bibit Waluyo Bali Desa Mbangun Desa. Dari enam misi terjemahan visi untuk mencapai masyarakat Jateng yang lebih sejahtera tersebut, ada dua misi yang jika digabungkan bisa secara nyata menunjang pendidikan yang akan menjawab krisis, baik krisis ideologi, jatidiri, karakter, dan krisis kepercayaan.

Misi ketiga memantapkan kondisi sosial budaya agraris berbasiskan kearifan lokal dan misi keempat pengembangan SDM berbasis kompetensi, jika disinergikan dan dikembangkan akan menjadi pengembangan SDM yang berbasis kompetensi dan kearifan lokal. Ini perlu dilakukan, karena membangun SDM yang lebih efektif adalah melalui pendidikan, pada usia yang relatif dini.

Jika mulai tahun 2010 ini direncanakan sebagai tahap percepatan pencapaian misi, maka pendidikan berkarakter dan pengendalian tingkat kelahiran bisa menjadi sasaran pokok untuk menyempurnakan berbagai capaian yang dinilai berhasil. Jateng telah banyak memperoleh penghargaan dalam penataan birokrasi, pengelolaan keuangan, di samping capaian objektif lain dengan meningkatnya pangan terutama padi, teratasinya ketersediaan pupuk, tingginya angka pertumbuhan ekonomi, dan rendahnya angka inflasi.

Namun karena anggaran untuk 2010 sudah diputuskan, maka program pendidikan berkarakter dan berkepribadian tersebut paling cepat bisa diakomodasikan pada anggaran perubahan nanti. Ada baiknya kalau berbagai gagasan, dikonsolidasikan sejak sekarang.(10)

— Bambang Sadono, Wakil Ketua DPRD Jateng  

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER