Lintas Solo
13 Maret 2010
Akses ke Bandara Jadi Persoalan
- Akibatkan Stagnan dan Sepi
SOLO-Berbagai upaya dilakukan Pemkot Surakarta untuk menarik turis domestik dan manca negara sebanyak mungkin. Sejumlah event budaya yang digelar secara rutin, baik lokal, nasional, maupun internasional, telah berhasil menariknya.
Demikian juga dengan munas dan rakernas berbagai lembaga profesi dan asosiasi nasional yang digelar di Solo juga telah memenuhi okupansi hotel-hotel di Kota Solo.
Tapi, upaya itu tampaknya sia-sia. Pasalnya, para turis dan tamu yang datang ke Solo banyak yang datang melalui Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, sehingga Bandara Internasional Adi Soemarmo stagnan, sepi.
”Mestinya pihak bandara bisa menangkap peluang kedatangan para turis itu untuk menarik para penumpang,” kata Sekda Budi Suharto.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bandara Adi Soemarmo mengalami kerugian dan tombok hingga Rp 16 M dalam setahun ini. Padahal sejak menempati lokasi baru di sebelah utara dan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Februari 2009 silam, berbagai sarana dan prasarana, fasilitas, serta pelayanan yang disediakan baru.
Tombok
Ketika masih berada di tempat lama di sebelah selatan pihak bandara hanya tombok Rp 14 M saja. Selain tombok-nya masih tinggi, jumlah penumpang di bandara tersebut juga terus menyusut. Saat berada di selatan jumlah penumpang setiap bulan (bukan setiap hari-red) rata-rata sebanyak 12.000 hingga 13.000 orang, namun sekarang setelah pindah ke utara rata-rata hanya 8.000 hingga 9.000 penumpang.
Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui, minimnya akses menuju atau dari bandara menjadi penyebab utama rendahnya jumlah penumpang di bandara. Hal itu sebelumnya juga dinyatakan General Manager (GM) Bandara Internasional Adi Soemarmo Andri Iskandri dan beberapa pelaku bisnis pariwisata dan agen atau biro perjalanan.
Lantaran akses terbatas, banyak penumpang dari Solo dan sekitarnya memilih Bandara Adisucipto Yogyakarta. Untuk membuka akses itu, pemkot juga meminta bantuan PO Damri, untuk membuka rute dari Solo kota menuju kawasan bandara. (G8,G13-64)