panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ragam
29 Januari 2010
Raja Udang, Burung Penuh Warna
SEKELEBAT bayangan biru kehijauan atau biru terang menukik ke dalam aliran air dan segera muncul lagi, mengibas-ngibaskan sayap ke udara dengan ikan di paruhnya. Sekelebat bayangan itu adalah Raja Udang, burung penuh warna dengan kepala dan paruh agak besar.

Meskipun namanya Raja Udang, tetapi burung ini tidak selalu memangsa udang dan ikan. Beberapa di antaranya lebih doyan kadal, ular, kepiting atau bahkan serangga.

Selain itu, hanya kira-kira sepertiga burung Raja Udang di dunia yang hodup di dekat air. Habitat sisanya hidup di hutan tropis yang lebat, seperti di Indonesia,  pulau-pulau koral dan gurun.

Salah satu penghuni gurun adalah Raja Udang punggung merah, yang mendiami pedalaman Australia yang kering.

Burung ini dikenal sebagai penangkap ikan yang lihai. Biasanya, ia mengamati mangsanya dengan sabar dari tempat ia bertengger. Begitu muncul ikan di permukaan air, burung ini dengan kecepatannya melesat dan menukik ke air menyambar ikan itu.

Jika ikan itu berada di permukaan air, ia langsung mencaploknya, tetapi  bila ikan berada di bawah permukaan air, ia akan emlipat sayapnya dan menghunjam masuk ke air seperti panah.
”Aksi burung Raja Udang ini merupakan atraksi yang luar biasa,” kata buku The Life of Birds.

Burung ini bahkan sanggup menangkap lebih dari satu ekor ikan sekaligus. Dan di kawasan bersalju, burung ini sanggup menukik di lapisan ber es tersebut untuk menyambar mangsa.
Di Australia, seperti dilaporkan Majalah Awake edisi terbaru 2010, Raja Udang berwarna biru langit lebih sering mencari makan dengan merenggut binatang-binatang kecil di sungai.

Musim Kawin

Bagaimana burung ini melakukan ritual kawin ? Ritualnya, cukup menggelikan. Beberapa spesies mendapatkan pasangannya dengan berkejar-kejaran terlebih dahulu di udara. Setelah mendapatkan pasangan, si jantan lalu memamerkan ketrampilannya mengali sarang.
Ritual lain juga bias ditunjukkan dengan cara si jantan memberi makanan yang lezat kepada si betina.

Raja Udang tidak membangun sarang seperti burung lain. Ada yang bersarang dalam ruang di ujung terowongan yang mereka gali di ujung sungai, selokan atau lubang galian. Yang lainnya, bersarang dalam liang Kelinci atau ceruk di pohon.

Untuk membangun ruang di dalam tanah, seekor Raja Udang mungkin menggali terowongan sepanjang kurang lebih setengah atau satu meter. Tetapi, untuk memulainya tidaklah mudah.

Beberapa di antaranya melakukan hal itu dengan terbang lurus menghantam tebing dengan paruh terentang. Namun, cara ini seringkali membahayakan burung itu sendiri. Ada yang kemudian patah paruh, pingsan atau bahkan tewas.

Di hutan hujan tropis Papua dan Australia bagian utara, Raja Udang jenis Firdaus biasanya menggali lubang di sarang rayap. Serangga-serangga ini sepertinya tidak terganggu dengan kedatangan burung-burung itu. Mereka memperbaiki sarangnya segera setelah burung-burung itu selesai berbiak.

Bagi Raja Udang, membesarkan anak-anak juga berarti kerja keras. Seorang pengamat di Afrika menyaksikan, sepasang Raja Udang harus mengantar 60 -70 ekor ikan untuk kebutuhan lima ekor anaknya.
Dalam pengamatannya yang lain, ia melihat seekor pejantan membesarkan anak-anaknya dengan cara yang sama, karena si betina mati setelah melahirkan.

Pada beberapa spesies, burung-burung lain yang tidak berbiak membantu pasangan burung mengerami telur lalu mengurus anak-anaknya.

Populasi

Populasi Raja Udang erasia tersebar luas dari Irlandia Barat Laut melintasi Eropa dan Rusia sampai Kepulauan Solomon di Tenggara.

Karena wilayahnya mencakup kawasan yang membeku di musim dingin, Raja Udang erasia adalah salah satu dari sedikit spesies yang bermigrasi. Dan migrasi mereka ada yang sejauh 3.000 kilometer.

Banyak Raja Udang erasia, juga Raja Udang belang dan Raja Udang leher putih, dapat dijumpai di Israel, di tepi laut Galilea dan sepanjang Sungai Yordan.
Raja Udang yang sangat terkenal adalah jenis Kukabura tertawa dari Australia.  Dengan panjang kira-kira 43 sentimeter dan paruh sepanjang 8 sentimeter yang sangat kuat, spesies yang sebagian besar berwarna cokelat ini adalah burung kebun yang sudah tidak asing lagi.

Kukabura, yang terkenal karena suara ëtawanyaí yang seram, adalah pemburu yang tak kenal takut. Makanan utamanya adalah ular sepanjang satu meter.
Namun demikian, dari tahun ke tahun jumlah spesies ini terus berkurang, karena banyak sungai yang tercemar dan hutan tropis yang musnah. Malah, sekitar 25 persen spesies burung Raja Udang termasuk dalam kategori terancam hingga nyaris punah.

Berbagaiupaya konservasi pun terus dilakukan oleh para ahli, untuk melestarikan burung yang elok dan sering membuat kita terhibur ini. (Eko HM-23)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER