panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
06 Januari 2010
Surat Pembaca
Tanggapan Tentang Pelanggan Pos Indonesia Protes
Kami mengucapkan terima kasih kepada Sdr Indah Iswati, S.KM, alamat: JI. Pramuka No. 17 RT. 02 RW. 08 Jatibarang Kidul Brebes 52261 atas informasi yang disampaikan melalui Surat Pembaca Harian Suara Merdeka beberapa hari yang lalu.

Berkaitan dengan tulisan Pelanggan Pos Indonesia Protes dapat kami jelaskan sebagai berikut:

PT Pos Indonesia (Persero) Divisi Regional VI Jateng clan DIY setiap tahun telah mendapat amanah untuk menerima dan mengirimkan berkas lamaran CPNSD sekaligus mengirim kembali surat panggilan untuk mengikuti tes CPNSD.

Amanah tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan karena menyangkut masa depan seseorang, oleh karena itu di dalam tugas tersebut dibuat Standard Operasional Prosedur (SOP) yang salah satunya ditentukan bahwa kiriman surat CPNSD harus diterima langsung kepada Calon CPNSD dengan aman, cepat dan tepat.

Mengenai surat pemberitahuan CPNSD Sdr Indah Iswati yang di-SMS untuk diambil di Kantor Pos, bahwa surat tersebut sebetulnya sudah diantar langsung ke rumah Sdr Indah Iswati pada tanggal 3 Desemer 2009 pagi namun Sdr Indah Iswati tidak ada dan rumah dalam keadaan kosong, kemudian sore harinya diantar kembali dan rumah masih tetap kosong tidak ada orang.

Kemudian Petugas Pengantar Pos meminta informasi kepada tetangga Sdr Indah Iswati, diperoleh informasi bahwa setiap pagi rumahnya kosong karena semua sedang bekerja dan menunjukkan saudaranya yang tidak jauh dari tempat tinggal Sdr Indah Iswati, karena surat harus diterima sendiri yang bersangkutan maka petugas kami mengambil inisiatif meminta nomor HP melalui saudaranya.

Pemberitahuan melalui SMS dilakukan dengan pertimbangan supaya balasan kiriman CPNSD harus segera sampai kepada Sdr Indah Iswati. Demikian disampaikan dan mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan ini, informasi Saudara merupakan masukan yang sangat berharga untuk meningkatkan pelayanan kami kepada masyarakat di masa mendatang.

Sugiyanto, Humas
PT Pos Indonesia (Persero)
Divisi Regional VI Jateng dan DIY

***
Tanggapan Surat Pembaca dari Sdr Rohsiti

Menanggapi Surat Pembaca pada Harian Suara Merdeka, Senin tanggal 28 Desember 2009 dengan judul ”Dikecewakan Kantor Pertanahan Kota Magelang”, yang dikirim oleh Sdr. Rohsiti, dengan ini Kantor Pertanahan Kota Magelang menyampaikan tanggapan sebagai berikut:

Benar bahwa tanah yang dipermasalahkan adalah tanah Hak Milik No. 262 / Kel. Cacaban, terbit tanggal 23 April 2004, merupakan sertifikat pengganti karena hilang, yang semula adalah tanah Hak Milik 262 / Kel. Cacaban Gambar Situasi No. 769 tanggal 16 Juni 1971 seluas 170 M2 tercatat atas nama Robadi. Terletak di Panggungsari No. 754 RT. 04 RW. IX Kel. Cacaban, Kota Magelang.

Bahwa bulan Agustus 2009 berkas yang dimasukkan ke Kantor Pertanahan bukan untuk balik nama jual beli antara Sdri. Rohsiti dengan pembeli baru, namun baru pada tahap konsultasi untuk balik nama waris dari Robadi ke Rohsiti dan anak-anaknya. 

Namun sesungguhnya, pada tanggal 13 Agustus 2008 di catatan Kantor Pertanahan Kota Magelang tanah tersebut sudah diblokir oleh Sdr. Roviah (saudara kandung Robadi) dengan alasan:

Sedang dalam konflik keluarga dan sesungguhnya sertifikat asli yang pertama masih dipegang oleh Roviah (tidak hilang). Sdr. Robadi dan Ny. Supini Hardjosoeradji bersepakat memberikan atas tanah Hak Milik No. 262/Kel. Cacaban nantinya untuk dibagikan kepada anak-anak kandungnya yaitu Sdr. Robadi (Alm),  Ny. Roviah, Ny. Ngadirah, dan dalam pernyataan pengakuan pihak Sdr. Robadi - Rohsiti dan Roviah menyatakan bahwa tanah sertifikat Hak Milik No. 262 / Kel.

Cacaban tersebut bukan merupakan harta gono-gini antara Robadi dan Rohsiti, karena sertifikat tanah tersebut diperoleh pada tahun 1971, sedang perkawinannya baru pada tahun 1972.

Dan sesungguhnya sertifikat yang pertama tidak hilang, tetapi dipegang oleh Ny. Rupini Hardjosoeradji (orang tua Robadi), Roviah, Ngadirah.

Kantor Pertanahan Kota Magelang sudah bertindak kooperatif dan bijak dalam menangani sengketa konflik ini, sama sekali tidak bermaksud mengecewakan Sdri. Rohsiti, namun karena fakta hukumnya masih dalam sengketa/konflik.

Dan karena belum ada titik temu perdamaian para pihak, maka Kantor Pertanahan Kota Magelang belum bisa mendaftar balik nama waris dari Sdr. Robadi (Alm) ke ahli waris (Sdri. Rohsiti dan anak-anaknya). Demikian tanggapan kami, untuk menjadikan perhatian.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Magelang
Budi Suryanto, SH
NIP. 19600203 198203 1 002

***
Menjadi Guru yang Menarik

Tidak dapat dimungkiri bahwa profesi guru sekarang ini banyak diminati oleh siapa pun, terutama generasi muda. Entah karena panggilan hati nurani (pengabdian) atau karena panggilan tunjangan profesi yang semakin menggiurkan yang terkadang menimbulkan kecemburuan (terkecuali guru swasta).

Guru adalah profesi yang mulia yang menuntut adanya keteladanan. Asah, asih dan asuh seperti kata Ki Hajar Dewantara adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap guru.

Asah berarti guru harus mampu mengasah kecerdasan murid yang dalam satu kelas rata-rata memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda sehingga guru tidak mungkin memberikan pelayanan dengan cara yang sama.

Asih berarti guru memiliki sikap mengasihi (mengasihi dalam arti positif) terhadap murid-muridnya dan tidak boleh membeda-bedakan.

Asuh berarti seorang guru harus mampu mengasuh (bahasa Jawa : ngemong) murid-muridnya sesuai dengan semboyan ”Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”

Asah, asih dan asuh adalah masa lalu yang menurut pendapat saya masih tetap relevan untuk masa sekarang dan yang akan datang.

Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H.M Amin Abdullah ketika menyampaikan materi pada kuliah perdana pendidikan profesi guru dalam jabatan mapel SKI MTs angkatan ke-2 Fakultas Tarbiyah, seorang guru harus bisa tampil menarik dan membuat kelas menjadi hidup. Penilaian ”menarik” datang dari murid dan bukan dari guru.

Adapun tanda-tanda guru yang menarik antara lain:  Murid memberikan respon terhadap guru seperti murid berani tunjuk jari untuk bertanya atau memberikan pendapat. Murid penuh perhatian ketika guru menjelaskan, dan murid ingin selalu bertemu dengan guru.

Bagaimana seharusnya menjadi guru yang menarik? Paling tidak ada 3 hal yang harus dimiliki, yakni seorang guru harus memiliki penampilan yang menarik, menguasai materi, dan  harus bisa menerapkan metodologi yang menarik bagi murid-muridnya.

Kesimpulannya, guru harus bisa tampil menarik ketika berhadapan dengan murid dan ketika menyampaikan materi.

Bahkan untuk materi yang sebagian besar murid tidak menyukai, maka guru harus berusaha bagaimana caranya agar materi tersebut menjadi disukai.

Pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah kita menjadi guru yang asah, asih dan asuh? Sudahkah kita menjadi guru yang menarik yang dirindukan murid-muridnya?

Atau jangan-jangan ketika murid-murid kita mendengar kabar bahwa kita sedang sakit sehingga tidak dapat mengajar justru mereka mengucapkan: ”Alhamdulillah....”

Kalau memang ini yang terjadi, betapa ironisnya!

Siti Najikhah
MTs Wahid Hasyim
Bangsri, Jepara

***
Citibank Mengganggu dan Asal Tuduh Melalui Telepon

Saya seorang sales sebuah pabrik cat mobil di Jakarta yang bekerja sejak April 2006, dengan area kerja meliputi Jawa Tengah dan DIY. Dalam bekerja sehari-hari saya menumpang di kantor dealer yang ditunjuk di Semarang.

Pada hari Sabtu, 12 Des 2009 saya ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari Citibank Personal Loan yang bernama Julius. Dia mengatakan bahwa saya harus melunasi tagihan Citibank Personal Loan sebesar Rp 9,9 juta. Tagihan tersebut atas nama yang sama dengan nama saya namun berbeda alamat, tempat bekerja dan nomor telepon.

Saya mengatakan bahwa saya tidak pernah mengajukan maupun menerima dana dari Citibank Personal Loan, namun penelepon tidak perduli dan terus melontarkan kata-kata yang kasar dan tidak sopan.

Hari Senin, 14 Des 2009 saya ke Citibank Semarang untuk meminta penjelasan. Sampai di sana saya tidak bisa dilayani dengan alasan customer service sedang tidak masuk.

Setelah berdebat dengan security akhirnya saya disambungkan ke Citibank Personal Loan Jakarta melalui telepon dari Citibank Semarang. Saya sampaikan keluhan saya kepada penerima telepon bernama Hesel, dan dia berjanji segera menindaklanjuti keluhan saya.

Esok harinya saya masih ditelepon terus oleh pihak Citibank Personal Loan dengan nada yang kasar dan menyakitkan, bahkan kantor Dealer saya juga ditelepon dengan nada yang sangat kasar.

Hari Rabu, 16 Desember 2009 saya ke Citibank Semarang dan kembali disambungkan ke Citibank Personal Loan Jakarta melalui telepon.

Saya bicara dengan orang bernama Chandra, yang mengatakan orang dengan KTP yang sama dengan saya (namun berbeda alamat) pernah menerima dana pinjaman dari Citibank Personal Loan pada Februari 2009. Dana tersebut ditransfer ke rekening salah satu bank di Semarang.

Saya mengatakan tidak benar jika menagih ke saya karena saya tidak pernah mengajukan maupun menerima dana dan juga tidak pernah memiliki rekening di bank tempat dicairkannya dana yang dimaksud oleh pihak Citibank Personal Loan.

Namun orang yang bernama Chandra tersebut tidak menanggapi apa yang saya sampaikan, dan tetap meminta pelunasan tagihan yang bukan milik saya.

Saya meminta bertemu langsung dengan Chandra atau perwakilan yang ada di Semarang (tidak melalui telepon) untuk membuktikan bahwa saya bukan orang yang dimaksud tetapi yang bersangkutan  tidak bersedia bertemu langsung.

KTP saya berbeda dari KTP orang yang menerima dana Citibank Personal Loan, mengapa dianggap orang yang sama? Mengapa pihak Citibank Personal Loan asal menuduh orang tanpa bersedia menemui langsung orang yang dituduh? Padahal saya sudah beberapa kali datang ke kantor Citibank.

Melalui surat pembaca ini saya meminta supaya pihak yang bersangkutan segera menyelesaikan masalah ini karena sangat mengganggu ketenangan saya dalam bekerja.

Rudi Kurniawan P
Jl. Durian III/15A Semarang

***
Kecewa Membeli Hp IMO G11

Pada awalnya saya sangat tertarik dengan produk lokal/dalam negeri sendiri dimana pilihan saya jatuh pada Hp Qwerty merk IMO G11 dg No. IMEI 355883000091066 yang saya beli di Toko Mobilixsell Jl R. Suprapto No. 100, Purwodadi pada 12 November 2009 dengan harga Rp 1.395.000.

Saya tertarik membeli HP Qwerty tersebut selain mirip Black Berry juga mempunyai fasilitas lengkap Internet, FB, TV, Trackball navigasi dan tentunya harganya terjangkau. Tetapi belum genap 1 bulan Hp tersebut sudah mengalami error pada sentral/stop kontak pengisian arus, apabila Hp batery habis dan di-charger tidak bisa konek karena sentralnya lemah atau ’’lower/lobok/kendo’’.

Hp tersebut sudah saya kembalikan ke toko tempat saya beli pada 30 November 2009 dan pihak toko berjanji akan meneruskan pada agen resmi IMO di  Semarang untuk diservis. Lewat surat pembaca ini saya mobon tanggapan/kompensasi dari pihak vendor Hp IMO atas kekecewaan saya, terima kasih.

S. Setiyono, ST
Jagalan Utara No. 18 RT. 07 RW. III
Purwodadi Grobogan 58111
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER