Solo Metro
30 Nopember 2009
Dua Jembatan Terancam Ambrol
- Fondasi Rusak Tergerus Banjir
WONOGIRI - Dua jembatan di wilayah Kecamatan Karangtengah, Wonogiri tergerus air banjir dan terancam ambrol.
Menyebabkan hubungan antardesa dan ke wilayah ibu kota kecamatan, serta hubungan darat lintas perbatasan Karangtengah (Wonogiri Jateng) ke Punung (Pacitan, Jatim), kini terancam putus.
Dua jembatan di Karangtengah yang tergerus banjir itu, terdiri atas Jembatan Karanganyar dan Jembatan Bengle. Kondisi gerusan air sungai di Jembatan Karanganyar, tepatnya di Dusun Karanganyar RT 1/RW 17, telah memberikan dampak kerusakan pada fondasi dan tiang jembatan sekitar 35 persen.
Terkait dengan datangnya musim penghujan sekarang, warga khawatir bila itu tidak segera dilakukan perbaikan, akan berdampak fatal pada ambrolnya jembatan secara total.
Melaporkan
Camat Karangtengah, Joko Triyono, mengatakan, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Bupati dan Badan Kesbanglinmas. ’’Laporan sudah saya layangkan, setelah kami melakukan peninjauan ke lokasi,’’ tuturnya.
Kata Camat Joko, bila jembatan itu sampai ambrol, maka hubungan darat akan terputus total. ’’Mengingat itu menjadi jalur vital satu-satunya yang ada. Sementara tidak ada jalan alternatif yang lain sebagai penggantinya,’’ tandas dia.
Ancaman jembatan ambrol, juga dilaporkan terjadi di Jembatan Bengle, di lintas jalur antarkecamatan Tirtomoyo dengan Karangtengah, tepatnya di ruas jalan antara Jajar dengan Kebon. Tokoh masyarakat Kecamatan Tirtomoyo, Edy Purwanto, Minggu (29/11), mengatakan, kerusakan ambrolnya Jembatan Bengle semakin parah.
’’Saat ini hanya dapat dilewati kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja. Mobil tidak dapat melintasinya. Berbahaya, karena hampir separo badan jembatan telah ambrol,’’ tutur Edy.
Menurut Edy, Jembatan Bengle memegang peran penting dalam melancarkan hubungan darat antarkecamatan, dan hubungan lokal antasdesa setempat.
Karena ambrol sebagian, menjadikan kendaraan roda empat yang akan menempuh jalur melewati Desa Banyakprodo, Kecamatan Tirtomoyo menuju ke kecamatan, sekarang harus memutar melewati Kecamatan Batuwarno lebih dulu.
Ini menjadikan jarak Tirtomoyo-Karantengah yang semula hanya sekitar 10 kilometer, kini berlipat menjadi sekitar 20 kilometer. (P27-99)