Lintas Kedu-Banyumas
30 Nopember 2009
Tanggul Jebol, 90 Ha Terendam
PURWOREJO- Hujan yang mengguyur Kabupaten Purworejo kembali menimbulkan bencana.
Tanggul Sungai Lesung Desa Pekacangan, Kecamatan Pituruh jebol karena tidak kuat banjir.
Jumat (27/11) malam pukul 23.00 itu mengakibatkan air sungai meluap ke persawahan.
Paling tidak, 90 ha lahan di tiga desa meliputi Pekacangan, Petuguran, dan Gumawang terendam air. Bahkan rendaman air melebar ke Desa Sumber, Kecamatan Pituruh dan Desa Kedungbulus, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen.
Kerugian ditaksir jutaan rupiah.
Pasalnya, sebagian besar lahan yang terendam baru saja ditanami benih padi. Air bah yang meluap bahkan sampai ke rumah penduduk di Desa Pekacangan.
Panjang tanggul yang jebol mencapai 20 m dengan lebar dasar 14 m, lebar atas 4 m, dan tinggi 6 m. Warga khawatir, tanggul jebol akan menimbulkan bencana susulan berupa banjir, mengingat intensitas hujan meningkat.
Sulit Diperbaiki
Kerusakan sulit diperbaiki manual. Perbaikan dalam waktu cepat hanya bisa dilakukan menggunakan alat berat. Warga berharap, pemerintah memperbaikinya dengan alat berat.
Plt Kepala Kantor Kesbangpolinmas Drs Tri Handoyo MM lewat Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Hardoyo mengungkapkan, Balai PSDA sudah meninjau lokasi kerusakan tanggul.
Kades Pekacangan Poniman, tanggul tidak mampu menahan air sungai yang meluap. Hulu Sungai Lesung hujan deras sejak Jumat (27/11) sore. Poniman khawatir, kejadian serupa terulang lantaran ada beberapa titik tanggul juga sudah kritis.
Hal itu dibenarkan Kades Brengko, Kecamatan Pituruh, Suprapto. Dia mengungkapkan, tanggul sungai Lesung di desa yang berbatasan dengan Desa Pekacangan juga sudah kritis.
”Kalau air bahnya meningkat, tanggul di desa kami juga rawan jebol,” katanya menambahkan ratusan hektare lahan persawahan di desa itu dan sekitarnya akan terendam jika tanggul sampai jebol.
Suprapto mengatakan, kondisi tanggul mulai kritis sejak musim hujan. Debit air sungai meningkat. Arus air menghantam dan mengikis kelokan daerah aliran sungai (DAS). ”Bagian bawah tanggul berlubang,” katanya. (H43-72)