Yogyakarta
30 Nopember 2009
Sri Suryawidati Calon Bupati dari PDIP
BANTUL -Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bantul, Minggu (29/11) akhirnya secara aklamasi menyepakati satu nama calon bupati dan calon wakil bupati yang akan diusung dalam Pilkada Bantul 2010.
Calon bupati itu adalah Sri Suryawidati atau istri Bupati Bantul Drs HM Idham Samawi. Dia berpasangan dengan Sumarno PRS, sekarang masih Wakil Bupati Bantul.
Pasangan Joko Purnomo dan Aryunadi gagal, karena belum melengkapi syarat-syarat seperti yang ditetapkan DPP PDIP.
Ketua DPD PDIP DIY yang mewakili DPP PDIP untuk memimpin rakercabsus, Juwarto, menyatakan, hasil rakercabsus itu akan segera dikirimkan ke DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi siapa yang nanti bakal maju menjadi pasangan cabub-cawabub mewakili PDIP dalam Pilkada Bantul Mei 2010.
”Kami tidak tahu siapa yang nanti akan menjadi pasangan cabub dan cawabub dari PDIP, karena semua itu kewenangan DPP,” kata Juwarto setelah Rakercabsus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bantul, Minggu (29/11).
Mempermudah Persiapan
Juwarto yang juga Ketua DPD PDIP DIY berharap, surat keputusan dari rakercabsus ini segera mendapatkan jawaban dari DPP PDIP, mengingat jadwal pilkada akan digelar Mei 2010.
Sebab, kata dia, jika keputusan dari DPP PDIP segera keluar, akan mempermudah partai dalam rangka persiapan kampanye. ”Kami berharap awal bulan Desember surat keputusan dari DPP PDIP sudah keluar,” katanya.
Soal kegagalan pasangan Joko Purnomo dan Aryunadi sebagai cabub-cawabub karena tidak memenuhi persyaratan administrasi sebagaimana SK DPP PDIP, Joko menyatakan, tidak ada masalah. Sebaliknya, dia justru akan memberikan dukungan sepenuhnya.
Sebab, jika ada kader partai mencalonkan diri menjadi cabub dan telah dikerucutkan oleh partai, dia mengatakan, bersama Aryunadi akan mendukung keputusan partai.
”Bu Idham diputuskan sebagai satu-satunya cabub oleh partai. Itu memang tugas saya sebagai pemimpin partai, untuk tidak mengisi formulir, data, dan tidak menyerahkan apa-apa kepada tim verifikasi. Jadi, saya otomatis tidak memenuhi ketentuan dari DPP dan pemimpin sidang dalam rakercabsus punya otoritas untuk menggugurkan,” katanya.
Yang lebih penting dari semuanya itu, pengurus dan kader PDIP perlu menyukseskan Pilkada Bantul. ”Saya rasa itu yang lebih penting,” katanya. (sgt-66)