panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Kedu
30 November 2009
Virulensi Demam Berdarah Lebih Parah
YOGYAKARTA -Pada musim hujan seperti sekarang, masyarakat diminta untuk waspada dan berhati-hati terhadap penyakit demam berdarah.

Sebab, penularannya gampang dan tampaknya sekarang virulensi demam berdarah lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit dr Akhmad Akhadi mengatakan hal itu kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.

Menurutnya, pada awal musim hujan ini masyarakat perlu mewaspadai penyakit demam berdarah dan chikungunya.
”Penularan demam berdarah gampang dan tampaknya sekarang virulensi demam berdarah lebih parah daripada tahun-tahun sebelumnya,” kata Akhmad Akhadi.

Bahkan, lanjut dia, angka kesakitannya lebih panjang dan angka kematiannya di satu-dua kabupaten cenderung naik. Misalnya di Gunungkidul, sejak akhir September hingga sekarang angka kematiannya sudah mencapai tujuh orang.

Wajar

Hal itu sebetulnya wajar, karena virus bermutasi terus. ”Kalau misalnya tahun ini saya terpapar virus DBD (demam berdarah dengue) tidak apa-apa, karena daya tahan tubuh saya kuat.

Tetapi pada tahun depan saya terpapar dengan virulensi yang berbeda dan lebih hebat, saya akan terkapar. Sakit saya akan lebih hebat. Bahkan, risiko kematian lebih tinggi,” ungkapnya.

Karena itu, dia menambahkan, dari Dinas Kesehatan akan mengamati terus virulensi demam berdarah saat ini. Diakui Akhmad, puncak DBD mendatang polanya diperkirakan pada bulan Januari-Februari-Maret.

”Namun hal itu bisa diredam. Puncak DBD bisa tidak muncul pada bulan tersebut, kalau bulan-bulan ini kita berhasil mengendalikan dan memberantas sarang nyamuk,” kata dia mencoba menjelaskan.

Menurut dia, sosialisasi pengendalian dan pemberantasan sarang nyamuk kepada masyarakat di kabupaten dan kota sudah disampaikan.

Artinya, kewaspadaan untuk demam berdarah yang namanya pemberantasan sarang nyamuk itu bukan massal, melainkan dimulai dari keluarga masing-masing.

Dengan cara setiap keluarga harus rajin menguras tempat-tempat air yang menjadi tempat perindukan.

Selanjutnya Akhmad mengemukakan, angka kematian akibat chikungunya nol, karena belum ada kematian akibat chikungunya. Namun angka kesakitannya lebih panjang.  (sgt-66)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER