Lintas Solo
09 Nopember 2009
Terjun ke Jurang, 16 Luka-luka
KARANGGAYAM-Enam belas orang luka-luka, setelah truk yang ditumpangi meluncur ke jurang sedalam 50 meter di Jalan Raya Kebumen - Banjarnegara, Dusun Kalipranji, Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, Kebumen Jumat (12/11) dini hari, kemarin.
Truk AA-1566-LK yang membawa rombongan grup rebana asal Banjarnegara itu hancur. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut.
Menurut Kaur Pemerintahan Desa Giritirto Sahilan, grup baru tampil di acara hajatan salah satu warga Dusun Lokidang, Desa Giritirto, Kamis (5/11) malam. Usai tampil, rombongan pulang ke Banjarnegara diangkut dengan truk.
Nahas, truk yang dikemudikan Karmanto (40) warga Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara itu meluncur ke jurang. Diduga, sopir kurang hati-hati saat mengemudikan truk.
’’Kejadian persisnya tidak tahu. Ini saya baru mendapat laporan,” katanya kemarin.
Saat kejadian, penumpang sempat berteriak keras saat truk masuk jurang.
Warga mendengar teriakan tersebut. Kemudian, mereka memberitahukan kejadian itu ke warga lainnya. Warga kemudian menolong para korban luka memar dan lecet-lecet tersebut. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Banjarnegara.
Medan Sulit
Proses evakuasi truk berlangsung Jumat (6/11) pagi. Evakuasi terkendala medan yang sulit. Terpaksa, truk yang hancur itu dipreteli. Mesin dicopot dan diangkut dengan cara dipikul. Hingga sore, proses evakuasi masih berlangsung.
Medan Jalan Raya Kebumen-Banjarnegara memang sulit. Selain banyak tanjakan dan turunan, jalan alternatif juga terdapat tikungan tajam.
Pada sisi, jalan banyak terdapat jurang dengan kedalaman mencapai puluhan meter. Di jalan tersebut, juga belum ada marka dan pengaman tebing jurang.
Kondisi diperparah dengan lampu penerangan jalan yang tidak ada.
Setelah melewati Sungai Luk Ulo di Desa Giritirto yang sedang dibangun, di sekitar jalan jarang terdapat rumah. Saat itulah truk kecelakaan tunggal di jalan yang di kanan kirinya terdapat jurang dan bukit berbatu.
Lebih parah lagi, saat malam hari gelap gulita dan kondisi jalan rusak. Aspal jalan banyak yang mengelupas dan membentuk kubangan. ”Sudah sering terjadi kecelakaan,” kata sejumlah warga. (K5-72)