Semarang & Sekitarnya
06 Nopember 2009
Cicak Tuntut Reformasi Penegakan Hukum
TAMANSARI- Cinta Indonesia Cinta Antikorupsi (Cicak) Salatiga yang terdiri atas elemen masyarakat dan mahasiswa Salatiga menggelar unjuk rasa, Kamis (5/11) siang.
Kegiatan yang dimulai dari Kampus UKSW menuju Bundaran Tamansari tersebut, cukup menarik perhatian masyarakat yang melintas di Jalan Diponegoro, tempat iring-iringan Cicak melaksanakan aksi.
Aksi tersebut merupakan buntut permasalahan setelah penahanan Bibit-Chandra serta diperdengarkannya rekaman penyadapan dalam sidang Mahkamah Konstitusi.
Vino, koordinator lapangan mengungkapkan, setelah sidang dan penahanan Bibit-Chandra dan dibeberkannya rekaman penyadapan, seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk melakukan pembersihan institusi penegak hukum.
Yakni, yang berada di tubuh Polri, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung.
Hal itu seharusnya pula menjadi prioritas kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam masa kerja 100 harinya.
Mafia Peradilan
Cicak Salatiga melakukan beberapa tuntutan, yakni mengganti Kapolri dan Jaksa Agung. Segera merencanakan reformasi penegakan hukum dan menghapus mafia peradilan serta pengusaha hitam.
Lalu, mendesak kepada KPK untuk melakukan pemberantasan korupsi di lembaga-lembaga tersebut.
Selain itu, Cicak juga menuntut pertanggungjawaban legislatif lalu sebagai dampak pembuatan raperda pendidikan yang tidak dilengkapi naskah penjelasan, karena dinilai melanggar hukum.
Saat berada di sekitar Bundaran Tamansari, mereka membagi-bagikan selebaran dan pita hitam sebagai tanda berkabung, melakukan orasi, mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai tanda berkabung, dan aksi lainnya.
Mereka juga membawa spanduk dan poster mendukung reformasi pembersihan jajaran penegak hukum. (H2-37)