Semarang & Sekitarnya
03 Nopember 2009
Aksi Serbahitam Cicak Jateng
SEMARANG- Puluhan orang dari gabungan LSM yang menamakan diri Cicak Jateng (Cicak = Cinta Indonesia, Cintai KPK) kemarin menggelar aksi keprihatinan atas penahanan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah.
Aksi tutup mulut ini dimulai sekitar pukul 10.00 dari Bundaran Videotron Jl Pahlawan. Mereka lalu long march ke Mapolda Jateng yang jaraknya 400 meter dari lokasi awal.
Sebelum long march, salah satu pendemo sempat berdebat dengan polisi. Pasalnya, aksi itu dinilai tak mempunyai izin. Para pendemo yang rata-rata mengenakan pakaian hitam dan pita hitam di lengan kiri memaksa melanjutkan aksinya dan berjanji tidak mengganggu arus lalu lintas.
Di Mapolda, mereka hanya menabur bunga dan mengheningkan cipta serta meninggalkan UU KPK di tanah. “Ini cuma sebagai simbol, KPK telah dibungkam,” kata Sekretaris Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Eko Haryanto.
Tak ada orasi. Pendemo menutup mulutnya dengan lakban hitam. Hanya satu pendemo yang dibiarkan mulutnya bebas dari lakban. Selain untuk bernegosiasi dengan polisi, pendemo itu diberi tugas jika ada orang yang bertanya. Dua truk polisi mengawal pendemo. Massa bubar pada pukul 10.20 WIB.
Anggota DPRD
Sementara itu sejumlah anggota DPRD Jateng kemarin pada mengenakan pita hitam di lengan kirinya sebagai dukungan terhadap pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. “Semua anggota Komisi E, sebanyak 20 orang, mengenakan pita hitam. Ini kesadaran kami,karena menilai polisi berlaku sewenang- wenang terhadap dua pimpinan KPK nonaktif itu,” kata KH Syamsul Maarif, anggota Komisi E DPRD Jateng.
Dia menilai penahanan terhadap dua pimpinan KPK nonaktif itu tidak mendasar. Selain itu, polisi tidak transparan dalam menangani kasus tersebut. “Kami minta mereka dibebaskan dan transkrip rekaman dibuka dihadapan tim pencari fakta yang independen,” katanya.
Selain Komisi E, kata dia, sejumlah anggota komisi lain juga mengenakan pita hitam di lengan kirinya. “Kalau ada gerakan, seperti demo, saya siap mendukungnya,” ujarnya. (H30,H3,H37,H55-18)