Lintas Kedu-Banyumas
03 Nopember 2009
Giliran Warga Cilongok Terjangkit Chikungunya
BANYUMAS -Dugaan penyakit chikungunya di Kecamatan Cilongok kian mewabah. Sedikitnya puluhan warga Desa Cilongok mengalami kelumpuhan mendadak disertai nyari dan demam di seluruh persendian.
Penyakit tersebut muncul sejak sepekan terakhir. Ini setelah menyerang puluhan warga Desa Pageraji. Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) baru melakukan tinjauan epidemiologis ke desa setempat.
Salah satu korban, Wartijah (50) menuturkan, awalnya merasakan demam disertai nyeri persendian, hingga mengalami kelumpuhan mendadak.
”Saya tiba-tiba tidak bisa jalan, karena sakit pada persendian kaki,” katanya saat ditemui tengah tergolek di Puskesmas Cilongok 1, Senin (2/11).
Warga yang mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Cilongok 1 ada dua warga. Masing-masing warga RT 2 RW 5, Wartijah (50), dan warga RT 5 RW 5 Ny Arif Mukti (45).
Sedangkan dua korban lain warga RT 6 RW 5 Sirin (45) dan warga RT 5 RW 5 Almas (25) dirawat di Rumah Sakit Hamira Medika Cilongok.
Sementara puluhan warga lain yang mengalami penyakit dengan ciri-ciri sama mendapat perawatan intensif di tim medis. Warga hanya membeli obat di apotek-apotek terdekat.
”Mereka tidak berobat ke rumah sakit maupun puskesmas. Mereka hanya membeli obat di apotek untuk meredakan rasa nyeri sendi,” warga lain, Rakem.
Sementara Plt Puskesmas Cilongok 1 Esti Haryati saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan cek fisik pasien mengalami demam dan nyeri persendian, bahkan terdapat bintik-bintik merah pada bagian tubuh.
”Hasil cek kesehatan, memang mirip chikungunya. Tapi saya belum bisa memastikan, karena masih ada pemeriksaan kembali,” katanya.
Dua pasien yang dirawat di Puskesmas, jelas dia, diagnosa masuk observasi febris, sehingga belum tentu chikungunya walaupun secara klinis gejala mirip chikungunya. Jadi harus periksa laboratorium untuk menegaskan diagnosa pasti.
Minta Fogging
Kondisi mewabahnya penyakit dugaan chikungunya di Desa Cilongok membuat warga panik. Mereka menuntut Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas melakukan fogging (pengasapan).
Warga setempat, Sahir Anwar mengatakan, dinas terkait diminta secepatnya melakukan penanganan, terutama di komplek yang terkena penyakit mirip chikungunya. Ini dilakukan untuk meminimalkan kekhawatiran warga.
”Kami meminta Dinas Kesehatan secepatnya melakukan fogging. Sebab selama ini belum ada fogging,” katanya.
Ia mengatakan, banyaknya penderita penyakit chikungunya membuat warga setempat merasa was-was. Sebab penyebaran penyakit itu bisa menyerang siapa saja. Apalagi kondisi cuaca saat ini rentan mempercepat perkembangbiakan nyamuk.
”Jelas kami khawatir mbok ikut terkena chikungunya. Apalagi penyakit itu sudah menyebar ke wilayah RW lain,” katanya.
Rasa cemas warga Desa Cilongok menyusul penyakit tersebut sebelumnya telah menyerang warga Desa Pageraji. Bahkan, korban di desa itu kini belum pulih.
Kadus I Desa Pageraji Hisam mengakui, sampai sekarang warga yang terkena penyakit mirip chikungunya jumlahnya mencapai puluhan. (pj-33)