Lintas Muria
02 Nopember 2009
Penambang Pasir Kwarsa Tewas
REMBANG - Makruf (21), seorang penambang warga Desa Karas Kecamatan Sedan Rembang tewas tertimbun material pasir kuarsa yang longsor di bukit Dusun Plangkringan Desa Mojosari Kecamatan Sedan Jumat sore kemarin.
Tak urung, tewasnya pemuda yang dikenal giat bekerja itu membawa kesedihan mendalam bagi keluarganya.
Dari keterangan sejumlah warga, kejadian berawal sekitar pukul 16:00 ketika Makruf dan sembilan penambang lainnya hendak mengambil pasir kuarsa terakhir di bukit Dusun Plangkringan. Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh dari atas bukit setinggi 30 meter itu.
Para penambang langsung bergegas menyingkir dari areal tambang untuk menyelamatkan diri.
Namun malang bagi Makruf. Dia tertinggal di belakang sehingga tertimbun longsoran pasir kuarsa.
''Begitu mengetahui ada yang tertimbun, penambang bersama warga langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun sayangnya Makruf ditemukan sudah meninggal,'' kata seorang penambang yang enggan disebut namanya.
Pada saat kejadian, orang tua korban Sadiq (50) dan Warsini (48) kebetulan tengah menggembala sapi di sekitar lokasi tambang.
Keduanya pun langsung histeris begitu mendapatkan kabar anak kedua dari delapan bersaudara itu telah meninggal dunia karena tertimbun longsoran. Jenazah Makruf kemudian dibawa ke rumah dan langsung dimakamkan pada Sabtu 00.30.
Pekerja Keras
Slamet Riyadi (23) salah rekan korban mengatakan, Makruf dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sebelum menjadi penambang, jejaka ini pernah pula mengamen di dalam bus dan menjadi kernet truk.
''Makruf berasal dari keluarga kurang mampu. Namun sejak kecil, dia berusaha keras membantu kedua orang tuanya menghidupi adik-adiknya,'' kata dia.
Sidiq (25) pemuda Desa Mojosari Kecamatan Sedan mengaku aktivitas penambangan pasir kuarsa yang ada di sekitar desanya memang memang sangat berbahaya.
Dia menuturkan setidaknya penambangan pasir kuarsa di Bukit Plangkiran sudah tiga kali memakan korban penambang.
''Kami harap ada upaya-upaya dari instansi terkait agar penambangan itu tidak lagi memakan korban,'' tegasnya
Tambang pasir kuarsa di bukit Dusun Plangkringan menurut sejumlah warga sudah ada sejak tahun 1990-an.
Awalnya tambang itu dikelola oleh PT Indocement atas rekomendasi dari pihak Perhutani. Karena tidak memiliki pekerjaan, warga sekitar kemudian ikut-ikutan menambang. (H19-54)