Lintas Solo
31 Oktober 2009
Rp 199 Juta Dirampok, Korban Ditembak
SOLO- Perampokan bersenjata api (senpi), Jumat (30/10) sore sekitar pukul 15.30, menggegerkan warga Solo.
Kimun (28), karyawan bagian keuangan PT Karsa Bayu Perkasa (KBP) ditembak perampok di Jalan Brigjend Sudiarto, di depan SMKN 3 Surakarta atau sekitar 200 meter arah selatan perempatan Gading.
Uang Rp 199 juta yang baru diambil korban dari BNI Surakarta di Jalan Arifin, dibawa kabur dua perampok yang berboncengan Yamaha Vixion.
Leher Kimun ditembus timah panas dari senpi laras pendek yang dipakai pelaku. Kaca samping kiri depan Toyota Avanza AD 9201 JB yang digunakan korban untuk mengambil uang dan disopiri sendiri oleh korban, juga bolong ditembus peluru.
Meski mengalami luka parah, nyawa warga Semanggi RT 1 RW 7, Pasar Kliwon itu selamat. Korban bahkan naik taksi sendiri ke RS Kustati untuk mendapat pertolongan medis pascaperistiwa tersebut.
Saat dirawat di IGD RS Kustati, Kimun masih bisa menceritakan kronologis kejadian yang nyaris merenggut nyawanya itu kepada Yunianto, direktur keuangan PT KBP.
Kejadian itu berawal saat Kimun melintasi kawasan Alun-alun Kidul. Dia hendak balik ke kantor di kawasan Solo Baru, setelah selesai mengambil uang yang akan digunakan untuk membayar gaji pekerja proyek yang digarap PT KBP.
Saat melintasi kawasan tersebut, dia merasakan ban kiri belakang mobilnya kempes.
‘’Dia sudah merasa tidak enak. Namun dia terus menjalankan mobilnya, niatnya akan berhenti di tempat yang ramai,’’ tutur Yunianto, menceritakan ulang kejadian yang dialami Kimun.
Saat melaju, tiba-tiba korban disalip seseorang naik Suzuki Shogun biru dari arah kanan, yang mengatakan bahwa ban mobil kiri belakang kempes.Kimun mengacungkan jempol untuk memberitahu si penunggang motor bahwa dia sudah tahu kalau ban mobilnya kempes.
Namun si penunggang Shogun masih terus menempel laju mobil korban. Penunggang Shogun kemudian menempel laju mobil dari sebelah kiri dan kembali memberitahu, kalau ban mobil korban kempes.
‘’Kimun tetap jalan, sampai dia menemukan tukang tambal ban di depan SMK 3. Dia lalu menepikan kendaraannya.’’
Sesaat setelah menepi, muncul dua orang berboncengan Yamaha Vixion. Si pembonceng turun dan langsung membuka pintu kiri Toyota Avanza, lalu mengambil tas berisi uang Rp 199 juta yang diletakkan di bawah jok kiri mobil.
Melihat kejadian itu, Kimun keluar dari mobil, mengejar pelaku dan menubruk si pembonceng. Terjadi pergumulan antara keduanya. Saat bergumul, pelaku menembakkan senpi yang dibawanya. Kimun mendengar dua kali letusan.
‘’Namun dia tidak tahu, letusan pertama atau kedua yang melukai lehernya. Setelah lehernya ditembak, dia sempat merasakan lehernya ditempeli pucuk pistol.’’
Yang jelas, salah satu dari tembakan pistol itu mengenai kaca kiri depan mobil berwarna silver itu.
Korban yang berdarah, kalah dalam pergumulan itu. Pelaku kemudian kabur ke arah selatan dengan membawa hasil rampokannya. Dalam kondisi berdarah, korban mencegat taksi, lalu menuju RS Kustati. (H44, G11-42)