panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
31 Oktober 2009
Petani Dilarang Ambil Air Pakai Pompa
DEMAK - Pemerintah melarang pengambilan air sungai dengan cara disedot pompa air, terutama di kawasan atas. Pasalnya, cara tersebut mengurangi debit air dalam jumlah besar, sehingga menghambat laju air dan daerah bawah menjadi tidak kebagian.

Bupati Demak Drs H Tafta Zani MM mengatakan, larangan tersebut mendasarkan hasil rapat koordinasi kabupaten/kota beberapa waktu lalu. Menurutnya, dari hasil penelusuran sungai mulai Demak sampai ke Grobogan, ditemukan sebanyak 180 pompa air ukuran besar yang dipakai untuk menyedot air. Jumlah pompa yang relatif banyak tersebut membuat debit air yang terkuras cukup banyak.

’’Dampaknya adalah daerah bawah tidak kebagian air. Hal ini bisa dilihat di wilayah Kecamatan Mijen, Wedung dan Bonang,’’ katanya.
Di daerah tersebut hingga kemarin belum bisa tanam padi, menyusul debit air di Sungai Wulan yang belum menunjukkan pertambahan.

Padahal, air dari Klambu sudah disalurkan ke sungai tersebut.Di daerah Demak atas seperti Kecamatan Karanganyar dan Gajah sudah bisa tanam padi lebih awal karena pasokan air yang tercukupi. Dengan tanam lebih awal, maka hasil panenan dapat terjual lebih mahal.

Tanam Padi

Selain itu, mereka juga bisa tanam padi dua kali. Namun tidak demikian dengan Kecamatan Wedung, Mijen dan Bonang. Mereka hanya bisa tanam padi pada musim tanam kedua, karena pada masa tanam pertama belum terdapat air irigasi. ’’Kami minta petani di wilayah atas bisa memahami hal ini.

Sebab, kasihan petani di daerah bawah yang hanya bisa satu kali tanam padi,’’ katanya.
Persoalan tersebut diakui Yusuf, petani Karanganyar tidak masalah. Pasalnya, saluran irigasi di daerahnya berfungsi dengan baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan air pertanian.

Di desanya, lanjut dia, beberapa warga menggunakan pompa air ukuran kecil yang dipakai guna mempercepat pengisian pengairan di sawahnya. ’’Kalau pompa kecil kan tak masalah, apalagi tidak dilakukan di sungai besar.’’

Sementara itu petani di wilayah Dempet, Shodiq mengatakan, para petani terpaksa mengambil air dengan pompa air karena saluran irigasi di daerahnya belum teraliri air dalam jumlah yang mencukupi.

’’Sebenarnya kami bisa memahami larangan tersebut, akan tetapi kalau pengambilan air dengan pompa tidak dilakukan, pertanian di daerah kami juga belum bisa tanam padi,’’ ujarnya. (H1-16) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER