BARU dalam hitungan hari Sunarto memimpin Unit Pelayanan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD)/Samsat Kota Salatiga.
Meski baru, dia memiliki gebrakan yang menjadi tantangannya, yakni berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan.
Sebab, peningkatan PAD pada akhirnya juga menguntungkan Kota Salatiga untuk kegiatan pembangunan.
Dalam setahun Kota Salatiga mendapat kucuran PAD dari pajak kendaraan sekitar Rp 12 miliar dan masih perlu ditingkatkan. Peningkatan PAD tentunya akan berdampak pada peningkatan pembiayaan pembangunan.
‘’Ujungnya diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sebab, PAD untuk pembangunan fasilitas masyarakat,’’ papar Sunarto yang sebelumnya bertugas di wilayah pantura.
Berbagai upaya akan dilakukan untuk meningkatkan pajak, seperti kesadaran masyarakat agar membalik nama kendaraan bermotor yang baru dibelinya.
Dari situ akan ada penerimaan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir, karena BBNKB tidak mahal, yakni hanya 1% dari nilai jual kendaraan bermotor yang berlaku.
‘’Untuk menggalakkan program tersebut akan dilakukan sosialisasi terus-menerus, termasuk memberikan hadiah,’’ ujarnya.
Sosialisasi yang dilakukan dapat berupa pertemuan langsung dengan masyarakat dan pemasangan baliho yang mengingatkan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan, serta membalik nama setelah membeli motor bekas.
Selain itu, sistem online yang sekarang sudah berlangsung di Kantor Bersama Samsat, juga memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraan di mana pun mereka berada. Termasuk sistem pembayaran pajak online melalui kantor Samsat Kota Salatiga yang berada di sekitar Kompleks Lapangan Pancasila. (Surya Yuli P-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad