Subcribe RSS RSS SUARAMERDEKA.COM
 


 

Lintas Kedu-Banyumas

28 Oktober 2009

Klapagada Terendam Banjir Semeter

CILACAP-Hujan deras selama tiga jam yang mengguyur wilayah Cilacap pada Selasa pagi menyebabkan dua desa di Kecamatan Maos yakni Desa Klapagada dan Karangreja terendam banjir setinggi satu meter.

Warga RT 2 RW 4 Karangreja, Kecamatan Maos, Basiyah, Selasa (27/10) mengatakan, air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 00.00. Awalnya hanya setinggi mata kaki dan pada pukul 02.00 ketinggian air telah mencapai 60 sentimeter.

Dia mengaku, tidak bisa tidur semalaman karena khawatir air bertambah tinggi. Selain itu, perabotan rumah seperi kasur maupun kursi juga sudah terendam air.

"Bagian belakang rumah saya sudah seperti sawah karena terisi lumpur. Saat ini belum ada warga yang sakit, tapi cucu saya bernama Citra dan baru berumur 2,2 tahun muntah-muntah terus semalam," ungkapnya.

Warga lain, Fatonah mengungkapkan, jika hujan lebat biasanya hanya akan menggenang di pelataran dan tidak masuk rumah. Air juga akan kering dengan cepat.

Dia mengaku, tidak berniat mengungsi ke tempat lain yang lebih aman karena merasa air akan segera surut. Fatonah hanya ingin pemerintah memberikan solusi agar banjir tidak berulang lagi.

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas di Kantor kecamatan Maos, Pujiono mengatakan, banjir dikarenakan air kiriman dari wilayah di sekitar Karangreja dan Klapagada bukan karena luapan Sungai Serayu.
Lebih Rendah Pujiono menjelaskan, ada 300 KK di Klapagada dan 27 rumah di Karangreja yang terendam banjir. Dua desa tersebut posisinya lebih rendah dibandingkan wilayah lain.

Kepala Desa Klapagada, Zaenal Riva'i mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya disebabkan Sungai Doplang sudah tidak mampu mengalirkan volume air yang berlebih sehingga berbalik ke Klapagada.

Dia menceritakan, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter. Pendangkalan drainase dan Kali Cangkringan menurutnya juga menjadi penyebab banjir.

"Selain rumah warga 10 hektare lahan pertanian juga terendam banjir dan merugikan petani karena saat ini sudah memasuki masa menyemai bibit padi," ungkapnya.
 
Untuk mengurangi penderitaan warganya, Zaenal berinisiatif membagikan nasi bungkus bagi 550 warga Klapagada dan membangun dapur umum. (na-55)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad

Bookmark and Share


© 2009 SUARAMERDEKA.com. All rights reserved.