panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
26 Oktober 2009
Menakar Pilkada Purbalingga
  • Oleh Achmad Sudarmadi
Pada 2010 Purbalingga mempunyai hajatan besar. Sama seperti 16 daerah lainnya di Jawa Tengah, Purbalingga akan mengadakan pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati yang baru menggatikan pasangan Triyono Budi Sasongko dan Heru Sudjatmoko. Berbeda dengan beberapa daerah di luar Jawa atau Jawa Tengah yang akan mengadakan pilkada yang cenderung memanas, Purbalingga malah terkesan adem.

Di satu sisi ini sangat positif untuk stabilitas pembangunan dan rasa aman masyarakat. Namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran masyarakat sudah tidak peduli dengan segala proses pemilihan pemangku kekuasaan akibat dari terlalu seringnya agenda pemilihan, dari mulai Pemilihan Gubernur, Pemilihan Legislatif dan terakhir Pilpres, termasuk adanya Pilkades.

Terlepas dari suasana kondusif masyarakat Purbalingga, kondisi di tingkat elite mulai diwarnai kasak-kusuk pencalonan Bupai-wakil bupati.

Pilkada yang kurang dari 1 tahun lagi memaksa semua pihak yang berminat menjadi R-1 mencari formulasi strategi yang pas sehingga program dan kandidat dapat diterima masyarakat Purbalingga.

Sejauh ini baru dua tokoh yang menyatakan akan maju sebagai calon Bupati Purbalingga. Dua kandidat tersebut adalah Heru Sudjatmoko yang sedang menjabat Wakil Bupati Purbalingga dan Bambang Budi Surjono pengusaha batu bara di Kalimantan asal Purbalingga.

Kandidat yang lain sudah menyatakan akan bertarung untuk memperebutkan posisi Wakil Bupati seperti Muhadi yang pernah menjadi pengawal Megawati Soekarno Putri, Wijaya pejabat di Cilacap.

Ada juga yang menyatakan akan maju tetapi belum jelas apakah akan maju R-1 atau R-2 seperti R Rully pegawai BUMN di Jakarta yang juga adik ipar Bupati Triyono.

Plus-Minus Kandidat

Jika melihat latarbelakangnya, di antara kandidat tersebut Heru Sudjatmoko memiliki start yang lebih bagus dibanding kandidat yang lain.

Alasannya, pertama, sebagai incumbent  Heru Sudjatmoko memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mempopulerkan diri di masyarakat, sementara Bambang Surjono atau kandidat lainnya baru muncul di masyarakat.

Kedua, sebagai Wakil Bupati Heru Sudjatmoko akan dianggap menjadi bagian dari kekuasaan Bupati Triyono yang dipandang sukses memimpin Purbalingga. Ketiga, sebagai Wakil Bupati yang memulai karier dari birokrat, Heru Sudjatmoko memiliki jaringan yang lebih luas di kalangan PNS dan keluarganya.

Apalagi beberapa tokoh yang penulis temui meyakini peluang Heru Sudjatmoko memenangkan pilkada lebih besar dari kandidat lainnya.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah semua keunggulan tersebut dapat berbanding lurus dengan elektabilitas (tingkat keterpilihan) dalam pilkada, serta apakah kandidat lain benar-benar tidak memiliki peluang untuk menang dalam pilkada Purbalingga? Jawabannya tentu kembali pada strategi yang diterapkan oleh masing-masing kandidat dalam mempengaruhi masyarakat untuk memilihnya.

Jangan lupakan Bambang Budi Surjono (BBS) yang berasal dari kalangan pengusaha pasti memiliki keunggulan dalam hal kesiapan logistik untuk menunjang pencalonan. BBS dan calon  lainnya juga memiliki keunggulan sebagai pendatang baru, kultur masyarakat kita sering memberikan kesempatan kepada tokoh yang baru muncul untuk berkuasa dibanding kepada tokoh yang telah lama.

Jadi, tidak ada jaminan Heru Sudjatmoko akan menang dalam pilkada Purbalingga 2010 mendatang mengingat waktu yang masih cukup dari kandidat lain untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

Pengalaman dalam Pilgub Jateng yang lalu, kandidat yang di awal memiliki tingkat kepopuleran dan elektabilitas lebih tinggi dibanding kandidat lainnya ternyata kalah dengan kandidat yang baru muncul belakangan.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keterpilihan seorang kandidat seperti program yang mudah dipahami dan diterima masyarakat, profil sang kandidat, pasangan dalam pilkada serta mesin-baik partai maupun kelompok sosial-yang digunakan.

Survei Elektabilitas

Untuk mengetahui kandidat mana yang memiliki peluang lebih besar memenangkan pertarungan dalam Pilkada, sebenarnya bisa mengukur tingkat popularitas dan elektabilitasnya melalui survei elektabilitas yang terukur.

Dengan survei akan diketahui sejauh mana kandidat dikenal masyarakat dan sejauhmana kandidat akan dipilih oleh masyarakat Purbalingga. Dengan survei sang kandidat juga akan mengetahui sejauh mana efektivitas dari strategi yang digunakan.

Apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan ataukah melenceng dari yang sudah ditentukan. Dengan survei kandidat juga akan mengetahui model perilaku pemilih dalam menggunakan hak pilihnya.

Perilaku pemilih dalam memilih dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya faktor sosio-demografi seperti agama, kelas sosial semisal tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan serta usia pemilih, gender pemilih apakah laki-laki atau perempuan, asal daerah dan lainnya.

Jadi pertanyaannya sekarang, siapa yang akan memenangkan pertarungan dalam pilkada Purbalingga 2010 mendatang?

Jawabannya adalah kandidat yang siap atas setiap kondisi, memiliki data atas kekuatan sendiri dan kekuatan kandidat lainnya  serta mampu menggunakan data tersebut untuk menggerakkan setiap potensi yang dimiliki untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas sang kandidat. (80)

—Achmad Sudarmadi, peneliti di Lembaga Survei Indonesia, bertempat tinggal di Purbalingga
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER