panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
14 Oktober 2009
Empat Bocah Tenggelam, 2 Tewas
SRAGEN - Empat bocah yang tengah asyik bermain di Sungai Karangasem, Senin (12/10) pukul 13.30 terseret arus.

Doni (11) dan familinya Dimas (8) warga Sambirejo RT 01 RW 03, Desa Banaran, Sambungmacan itu tewas tenggelam di lubuk sungai berkedalaman 4 meter.

Jasadnya diketemukan warga dan Tim SAR sekitar pukul 15.00. Setelah magrib, jasad Doni dan Dimas langsung dikuburkan di makam Krapyak, Mojoroto, Sambungmacan.

”Anak saya diajak teman-temannya bermain di sungai, padahal tidak bisa berenang,” tutur Darman, ayah kandung Dimas ditemui, kemarin.

Darman menjelaskan, awalnya Dimas siswa kelas 2  dan Doni siswa kelas 5 SD Negeri Banaran 5, sepulang sekolah diajak Tiya (11) dan Latif (12), temannya bermain.

Padahal saat itu, Dimas dan familinya Doni yang rumahnya berdampingan, baru saja makan. Namun karena ajakan teman, mereka menurut.

Empat anak itu kemudian berjalan kaki melewati tegalan menuju tempuran Sungai Karangasem yang bermuara di Bengawan Solo. Sungai itu berada sekitar 1 km dari rumah korban.
Siang itu mereka bermain dan mandi di sungai yang tidak terlalu dalam..

Menurut keterangan saksi Latif, keempat bocah itu tiba-tiba terbawa arus dari arah hulu menuju lokasi yang dalam.
Tiya dan Latif yang bisa berenang, berhasil menepi. Sedangkan Doni sudah berada di tepi sungai, sementara Dimas terseret arus.

Mencoba Menolong

”Melihat familinya hanyut, Doni mencoba menolong. Namun dia dan Dimas, malah ikut hanyut dan tenggelam di sungai,” tutur Darman.

Darman berstatus adik kandung Sutarni, ibu kandung Doni.
Tiya dan Latif yang lolos dari maut, mengabari warga kampung.
Suasana pun heboh. Puluhan pemuda dan orangtua pun menuju sungai, untuk mencari Doni dan Dimas.

Upaya pencarian membuahkan hasil, karena kedua jasad itu segera diketemukan warga bersama petugas Polsek Sambungmacan dan Tim SAR Sragen.

 Kapolsek Sambungmacan AKP Suseno mengatakan, dua bocah yang tewas itu murni karena musibah tenggelam di sungai.

Darman mengaku tidak berani  mengabari Suyati, istrinya yang bekerja sebagai TKI di Hongkong.

”Besuk saja kalau sudah pulang, akan saya jelaskan,” tuturnya.
Sedangkan Sutarni dan Sutarno orangtua Doni, masih shocked. Sutarni masih mengurung diri di kamar dan masih sering menangis.

Musibah bocah tenggelam sebelumnya menimpa Abdul Galib (11), Zainul (12) dan Nawawi (11) warga Dukuh Pinggir Desa Tanggan, Gesi yang tewas tenggelam 30 Agustus 2009 silam di Bengawan Solo (SM 2/9). (nin-64)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER