panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
08 Oktober 2009
PKL Taman Progo Mengadu ke Dewan
BALAI KOTA- Puluhan pedagang kaki lima Taman Progo mendatangi gedung DPRD, Rabu (7/10).  Mereka mengadukan penggusuran tempat usaha yang dijadikan lahan Pemkot.

Ketua Paguyuban PKL Taman Progo, Moch Syafik mengatakan, pihaknya mengupayakan dukungan dari anggota Dewan terhadap nasib PKL. Dengan digusurnya pedagang, maka mereka sudah tidak bisa menjalankan usaha lagi.
Padahal itu adalah satu-satunya usaha mereka.

’’Sebelum pelaksanaan pembangunan taman, kami memang sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pasar dan Dinas Pertamanan. Tapi hingga sekarang belum ada solusi untuk kami,’’ katanya.

Syafik berharap anggota paguyuban yang berjumlah sekitar 100 orang itu masih bisa menempati lahan taman. Menurutnya taman dibangun tapi dengan tetap menyisakan lahan untuk mereka.

Dia menjelaskan, PKL yang menempati taman itu mulai banyak sekitar tiga tahun lalu. Mereka umumnya adalah pedagang klithikan atau barang-barang bekas.

Tukang Rongsok

Sebagian di antara mereka sebelumnya berprofesi sebagai tukang rongsok keliling. Mereka memilah barang-barang yang masih terlihat layak dijual ditawarkan di lapak-lapak PKL Taman Progo.

Meski demikian sejak sekitar 1998, sudah mulai terlihat beberapa PKL muncul. ’’Dengan jumlah PKL yang banyak itu, kami meminta ada pertimbangan agar ansib kami tidak tersingkir begitu saja,’’ katanya.

Seperti diberitakan kemarin, PKL Taman Progo berbuat nekat dengan menghentikan pekerjaan proyek taman yang berlangsung. Hal itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pembangunan taman yang mengharuskan mereka menyingkir dari lokasi itu.

Kedatangan puluhan PKL kemarin diterima empat anggota Dewan, yakni Imam Mardjuki, Muh Afif dari Fraksi PKS serta Suryanto dan Prihastoro Nanda Arief dari Fraksi Gerindra di ruang Komisi D.

Muh Afif ketika itu berjanji akan memfasilitasi penyelesaian masalah, mengingat saat ini belum terbentuk alat kelengkapan, pengaduan ini akan disampaikan kepada Pimpinan Dewan untuk segera ditindaklanjuti.

’’Untuk saat ini kami tidak bisa mengundang SKPD terkait untuk meminta penjelasan karena Komisi belum terbentuk,’’ kata Muh Afif. (H22,H54-18)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER