Melalui media ini saya ingin berbagi kisah tentang tetangga saya bernama Pak Yabes. Beliau adalah seorang kepala keluarga dengan 4 anak. Beberapa tahun lalu Pak Yabes bekerja sebagai operator perusahaan furniture di Jl. Boyolali-Solo.
Sepertinya Tuhan bisa dengan mudah mengubah nasib seseorang hanya dalam sekejap. Akibat kecelakaan yang dialaminya, beliau harus istirahat dalam waktu lama dan akhirnya dikeluarkan dari pekerjaannya.
Saat ini beliau bekerja sebagai pengumpul sampah dengan penghasilan Rp 10.000/hari. Kondisi keluarga beliau betul-betul menyedihkan.
Beberapa hari lalu istri beliau mengeluh kepada saya. Dia bercerita tidak tega dengan suaminya yang tiap hari harus banting tulang sendirian. Padahal kondisi fisiknya sudah tidak seperti dahulu. Dia ingin membantu ekonomi keluarganya dengan membuka warung makan sederhana. Semasa gadisnya, dia pernah bekerja di rumah makan.
Mendengar cerita itu, saya trenyuh sekali. Saya katakan, saya akan membantu alat-alat masak. Kebetulan dahulu saya pernah memiliki usaha sampingan warung makan, namun tutup karena kesibukan saya bekerja.
Masalahnya, saat ini beliau kesulitan dana untuk mengontrak tempat usaha. Saya tidak dapat membantu dana karena selaku guru honorer, saya tidak memiliki dana berlebih.
Karena rasa salut saya dan rasa ingin membantu, maka saya pun menuliskan kisah ini ke surat pembaca Suara Merdeka. Saya yakin melalui media ini, bapak/ibu atau masyarakat yang telah merasakan enak makan, enak tidur, bisa mengetahui realita bahwa di sekitar kita masih banyak sekali orang yang sangat kesusahan mencari sesuap nasi.
Perkiraan untuk sewa tempat usaha kurang lebih Rp 3 juta/setahun. Saya bersedia menjadi jaminan, apabila Pak Yabes tidak/belum mengembalikan bantuan tersebut. Saya juga bersedia memantau penggunaanya. Terima kasih Redaksi yang telah memberikan kesempatan untuk saya menceritakan kisah ini.
Hartini Yulianto
Bumi Wana Asri no 1102/006,Banyudono, Kecamatan Banyudono,Kabupaten Boyolali
No Hp 08170637279
***
Terapi Air, setelah 5 Tahun Kembali ”Cek-jreng”
Tahun 1996, waktu itu umurku 47 tahun, bekerja di perusahaan swasta sebagai Kabag Transportasi. Saat itu kondisi fisik tidak bisa fit alias loyo.
Untuk bekerja Senin s/d Sabtu, baru sampai hari Jurmat rasanya sudah tidak kuat. Kewajiban sebagai suami tetap memberikan nafkah batin kepada istri hanya satu minggu satu kali, jadwalnya Sabtu malam.
Kepuasan istri pasti. Tapi kepuasanku kurang. Walau sudah ditunjang tiap hari minum susu segar. Atas anjuran almarhum teman, saya diberi resep untuk kesehatan, yaitu minum air putih 1,5 liter dalam waktu 10 menit.
Pantangannya minum minuman yang mengandung alkohol. Satu minggu sudah terapi air kujalani sampai minggu ke-3, baru kita minum 1,5 liter, kencingnya 5 atau 6 kali.
Salah satu reaksi setelah air 1,5 liter masuk perut :
1. Perut terasa mual-mual, sakit (langsung buang air besar (BAB). Selesai BAB badan terasa fit)
2. Bersin-bersin keluar liur dari hidung.
3. Kedinginan.
Terapi air terus jalan 3 bulan mulai terasa manfaatnya. Kerja tanpa mengenal lelah, sakit boyok, kena gerimis kepala cekot-cekot, hilang semua. Menginjak 1 (satu) tahun, saya betul-betul bisa menikmati kehangatan rumah tangga. Bisa menjadi suami yang sungguhan dalam nafkah batin.
Tanpa terasa terapi air berjalan 5 tahun, nafsu seksual tidak bisa terkendali. Konsultasi dokter perusahaan, beliau menyarankan terapi airnya jangan tiap hari.
Kalau merasa lelah saja boleh minum. Sebelum terapi air, pralon-pralon yang ada di tubuh banyak yang tersumbat. Setelah terapi, semua pralon bersih sehingga sampai ke produksi maksimum dan hasilnya pun melimpah, begitu petunjuknya.
Kepada Yth. Bp. Soeroyo, SH, maaf kami tidak bisa memberikan tanggapan. Tapi hanya bisa merasakan sehat dan fit. Kalau mobil staternya masih cek-jreng. Walaupun sudah 60 tahun.
Amir
Jl. Slamet Riyadi no. 295 Jembangan, Pabelan, Kartasura,
Sukoharjo 57162. Telp 0271 - 5833300
Hp. 087834993537
***
Pembangunan Masjid Al Huda Pringsari
Sehubungan dengan pembangunan masjid di Perumahan Pringsari daerah Soropadan, maka Panitia Masjid Al-Huda melalui Suara Merdeka mengucapkan syukur. Dengan swadaya masyarakat sekitar, pembangunan telah dilaksankan. Meskipun baru mencapi tahap 70%.
Untuk membantu kelancaran dan mempercepat proses pembangunan selanjutnya, kami mohon doa dan bantuan dari para muslimin dan muslimat.
Rasulullah bersabda, siapa membangun sebuah masjid yang di dalamnya tempat untuk menyebut asma Allah, maka Allah akan membangunkan pula rumah untuknya di surga (H.R. Ibnu Majah)
Bagi yang ingin berpartisipasi bisa menghubungi panitia di 0878 3657 2681 (Bp.Ahmad Taufik) atau di 0293-336340 ( HSyamssudin). Atas bantuan Suara Merdeka dan kaum muslimin semua, kami mewakili Panitia pembangunan mengucapkan syukur dan terima kasih .
Amir Gunawan
Panitia Masjid Al-Huda Perum Pringsari Baru
Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung
email : Amirgunawan81@yahoo.com
***
Hati-hati Parkir di Rumah Makan Super Penyet
Pada 26 September 2009, saya bersama keluarga makan malam di Super Penyet Jalan Gajah Mada Semarang. Setelah selesai makan, saya lihat mobil saya penyok di bagian bodi depan.
Tanya petugas parkir, dia bilang tidak tahu soal itu. Lalu saya panggil pemilik Rumah Makan Super Penyet, Bapak Michael.
Dia kemudian keluar didampingi manajernya bernama Ttitik. Dia cuma berkata, ”Itu bukan urusan saya (rumah makan).” Padahal saya parkir di dalam halaman rumah makan. Saya sungguh kecewa dengan jawaban itu, seolah-olah si pemilik rumah makan tidak mau bertanggung jawab.
Malah tukang parkirnya mau ganti Rp 200 ribu, biarpun masih belum cukup untuk membikin betul mobil saya. Seharusnya si pemilik rumah makan merasa malu.
Mestinya si pemilik rumah makan mau ikut menyelesaikan masalah ini. Semoga musibah ini hanya saya saja yang mengalaminya. Tidak terjadi pada orang lain yang mau makan di Super Penyet.
Hendra Wijaya
Jl Gang Baru 54 Kranggan, Semarang
***
Mohon Bantuan Dana untuk Kuliah
Saya ibu rumah tangga yang memiliki dua anak. Suami saya hanyalah sorang penjahit. Saya dan suami adalah tuna rungu. Anak saya yang pertama saat ini sedang kuliah semester pertama, sedangkan anak kedua masih di SMP.
Saya dan suami sangat bingung memikirkan biaya kuliah anak. Padahal ia tergolong anak yang pintar, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Saat SMA selalu menduduki peringkat satu. Jadi sangatlah sayang apabila dia harus berhenti kuliah.
Dia dapat masuk ke sebuah universitas swasta di Semarang melalui jalur PMDK.
Saya dan suami sudah bekerja keras dan mencari berbagai bantuan serta membuka berbagai usaha. Tetapi ini belumlah cukup untuk biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari.
Apalagi kami juga ingin sedikit demi sedikit memperbaiki rumah yang hampir roboh. Begitupun anak saya yang pertama, sudah membantu mencari uang dengan menyanyi dan kerja part time.
Saya memohon bantuan dari pembaca yang ikhlas untuk kelancaran pendidikan anak saya. Saya berjanji akan sedikit demi sedikit mengembalikan bantuan itu setelah anak saya mendapat pekerjaan yang layak. Bantuan yang Anda berikan dapat membantu anak saya untuk mencapai cita-citanya. Terima kasih.
Maria Estri Sumrabani
Tulus Harapan Blok C XIV nomor 4 Semarang
HP : 085225115582
***
Kiriman melalui Pos Express lamban
Kamis 27 Agustus 2009 saya mengirim dokumen (paspor dinas, dll) melalui jasa Pos Express (Jl. Imam Bardjo Semarang) dengan nomor ML 8684701961 D (copy terlampir) ke alamat teman di Jl. Nusantara Raya, Blok A No. 144 Perum Jatimulya Bekasi.
Teman itu bersedia membantu mengurus perpanjangan paspor dinas (biru) guna keberangkatan saya ke Changchun-China 5 September 2009.
Namun, hingga Sabtu 29 Agustus 2009 jam 12 siang, dokumen belum sampai ke alamat yang dituju. Saya langsung menyampaikan pengaduan atas keterlambatan tersebut.
Ternyata data di komputer Pos Express tertulis alamat yang tidak sesuai dengan yang tertulis di sampul surat. Pihak Pos Express menulis Jl. Nusantara Raya Blok A No. 144 Perum Jatimulya Pondokgede 17411.
Saya tidak ingin kehilangan peluang untuk presentasi dalam Conference on Asian Rabbit Production Development di Changchun - China.
Akhirnya pihak travel agent yang dapat membantu pengurusan paspor hijau dalam waktu singkat dan tentu dengan biaya ekstra tidak sedikit.
Kejadian keterlambatan ini saya alami untuk kedua kalinya (pertama 8 Februari 2008 ketika akan ke Chiang Mai - Thailand, dimuat di kolom Surat Pembaca Harian Suara Merdeka 23-2-2008).
Sebenarnya tak ada keinginan untuk menghapus rasa percaya saya terhadap kinerja Pos Express. Tetapi bagaimana?
Dr.Ir. Dwi Retno Lukiwati, MS
Fakultas Peternakan Undip
***
Berbulan-bulan Servis Alat Senam Belum Selesai
Kejadian ini berawal dari penawaran alat senam di OSIM yang bernama uZap. Yang ditawarkan barang bekas demo dan katanya penjaga di situ yang bernama Yudhi, barangnya dalam kondisi 90% siap pakai dan ada garansi 1 bulan dengan harga jauh dari yang baru sekitar 1/3-nya.
Karena tertarik, maka saya membelinya. Tetapi baru saya pakai sekitar kurang dari 2 minggu, alat tersebut rusak. Karena masih garansi saya minta servis.
Diterima 31 Mei 2009 oleh sales Yudhi dan diberikan tanda terima servis dengan no. 30220.
Apa yang terjadi?? Sangat tidak profesional dan tidak mencerminkan sebuah perusahaan besar.
Sudah beberapa kali saya tanyakan, selalu dijawab servis belum selesai. Agustus sebelum Lebaran, katanya barang sudah selesai diservis tapi adaptor tidak ada.
Akhirnya saya disuruh menunggu lagi. Lain kali saya tanyakan lagi. Jawabnya emmbuat saya terkejut. Katanya, adaptor adanya di Jakarta. Terus terang saya tidak tahu dan tidak bisa terima dengan alasan yang sangat tidak masuk akal itu.
Ani Yuniastutik
Jl. Rejosari IV No. 21 Semarang 50125 (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad