Lintas Kedu-Banyumas
06 Oktober 2009
3.000 Warga Pindah ke Provinsi Lain
KEBUMEN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kebumen saat ini telah memproses ratusan surat pengajuan warga yang ingin pindah tempat tinggal.
Sebagian besar mereka yang mengajukan surat pindah sejak Lebaran lalu akan pindah ke luar Provinsi Jawa Tengah seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Kepala Dispendukcapil H Adi Pandoyo SH MSi didampingi oleh Kepala Bidang Kependudukan, Drs Aris Subiyakto menjelaskan, sejak 24 September 2009 terdapat sekitar 300 surat pindah yang dibuat. Ratusan warga yang mengajukan surat pindah tempat tinggal itu rata-rata masih berusia produktif.
“Jika dihitung sejak Januari 2009, hampir 3.000 warga pindah dari Kebumen dengan berbagai alasan,” ujar Adi Pandoyo di kantornya, kemarin.
Ikut saudara menjadi alasan untuk menutupi kepindahan untuk mencari pekerjaan di kota besar. Ada pula yang beralasan agar mendekatkan dengan pekerjaan, ikut suami atau istri, dan pindah rumah.
Sebagian besar pindah ke luar provinsi, sebagian lagi pindah ke luar kabupaten namun masih di Jateng. Ada pula yang pindah ke luar kecamatan yang masih wilayah Kabupaten Kebumen.
“Tahun ini, warga yang pindah terbanyak dari Kecamatan Kebumen yang mencapai 465 orang,” imbuh Adi Pandoyo.
Di sisi lain, meski banyak warga yang pindah dari Kebumen, namun tidak sedikit pula yang masuk kendati jumlahnya hanya 278 orang. Itu pun rata-rata beralasan karena mengikuti suami atau istri yang tinggal di Kebumen.
Minim Lapangan Kerja
Secara terpisah, Dian Lestari, anggota DPRD Kebumen dari FPDI-P mencermati minimnya lapangan kerja menjadi alasan sebagian besar warga yang merantau ke luar kota maupun ke luar negeri. Rata-rata mereka yang sudah bekerja di luar kota kemudian tinggal menetap serta membangun keluarga di sana.
Setiap Lebaran Idul Fitri saat para perantau mudik, pemuda desa tertarik untuk mengikuti jejak pendahulunya yang dinilai sukses di rantau.
“Konsep Bali Ndesa, Mbangun Desa cukup pas dalam konteks membangun pedesaan agar warganya dapat hidup sejahtera tanpa harus merantau ke kota,” jelasnya.
Untuk itu, imbuh dia, sektor pertanian menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Jika Pemkab Kebumen mau mengembangkan dengan serius, potensi pertanian bakal tergali dan mampu menyejahterakan masyarakat. Lahan tidur yang masih terbengkalai juga bisa dioptimalkan dengan pendampingan dari dinas terkait.
“Penting dukungan APBD untuk hal tersebut. Sebab, fakta yang ada saat ini, petani masih miskin teknologi dan modal.” (J19-50)