panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
28 September 2009
Berharap pada Wakil Rakyat Jateng di DPR (1)
Kunci Sukses, Fokus dan Tak Mudah Tergoda
image

Tanggal 1 Oktober mendatang, masyarakat Jateng akan mempunyai wakil-wakil baru di DPR untuk menyuarakan aspirasi mereka. Siapa dari 77 anggota DPR periode 2009-2014 dari Jateng yang bakal bersinar?

TANPA terasa masa kerja para wakil rakyat daerah pemilihan Jawa Tengah hasil Pemilihan Umum 2004 akan berakhir. Konstituen, dalam hal ini masyarakat Jateng yang tersebar di sepuluh daerah pemilihan tentu berharap-harap cemas.


Satu pertanyaan penting mungkin adalah apakah para wakil rakyat itu mampu mengemban dan menyuarakan aspirasi rakyat, serta apakah mereka juga akan memenuhi janji-janji yang diucapkan saat kampanye dulu.


Sebelum pertanyaan rakyat Jateng tersebut terjawab dalam masa lima tahun mendatang, tentu yang lebih krusial adalah menelaah, apakah mereka sudah memilih wakil secara tepat. Sebab berhasil atau tidaknya, bersinar atau tidaknya para anggota baru DPR tentu tergantung pada keahlian dan latar belakang mereka. Juga di komisi berapa mereka akan ditempatkan.


Bambang Soesatyo. Nama ini patut diperhitungkan akan mampu bersinar selama lima tahun mendatang dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Jateng, khususnya di daerah Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara. Hal ini wajar jika ditilik latar belakang dan keahlian yang dia miliki.

Latar belakang politik pria yang saat ini menjabat Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia ini tergolong lengkap. Sejak berusia belasan tahun, Bambang telah aktif diPartai Golkar, seperti AMPI dan Kosgoro. ’’Saya bergabung di Golkar karena ayah saya. Beliau seorang anggota TNI dan dulu tentara kan anggota Golkar,’’ ujarnya.


Terkait pencalonan, Bambang juga telah banyak makan asam garam. Bayangkan saja, dia sudah empat kali tercatat gagal menembus tembok gedung DPR. Pertama, didapuk sebagai caleg, Bambang masih berusia 19 tahun. Namun, Saat itu motivasinya hanya sekadar ingin belajar meskipun sudah didukung AMPI. ’’Tidak berharap menang, nomor urutnya saja 18.’’


Pencalonan kedua ketika Golkar di bawah kemudi Harmoko dan dia mendapatkan nomor urut 8. Itulah saat dia sudah mulai belajar untuk serius. Adapun dua pencalonan lainnya saat Akbar Tandjung menakhodai Golkar. Meskipun sudah serius, namun ternyata Bambang belum beruntung. ’’Tapi, saya anggap ini bukan kegagalan,’’ katanya.


Sementara untuk keahlian, sesuai dengan bidang yang ditekuni hingga saat ini, tentu masyarakat Jateng berharap kepada dia agar bisa memajukan bidang ekonomi. Wajar, jika harapan ini disematkan, mengingat Bambang memiliki curriculum vitae yang tergolong lengkap di bidang ekonomi.


Selain Ketua Komite Tetap Moneter dan Fiskal Kadin Indonesia serta Ketua Komite Bidang Perdagangan Dalam Negeri Kadin, Bambang juga tercatat menjadi anggota Dewan Kehormatan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Tak pelak, dia mengharapkan agar nanti partai menempatkan dirinya di Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan moneter. Selain sesuai dengan bidang dan keahliannya, Bambang merasa akan mampu menyuarakan dan membantu semua konstituennya di Jateng dan rakyat Indonesia pada umumnya.


Bahkan, dia sudah menyiapkan beberapa program dan agenda untuk membantu masyarakat Jateng, khususnya di daerah Purbalingga dan Banjarnegara. Program yang sudah dia siapkan antara lain adalah keinginannya menjadi distributor kentang dan salak yang banyak dihasilkan oleh petani di Purbalingga dan Banjarnegara, serta ingin menghidupkan kembali pabrik pengalengan makanan yang terbengkalai.
’’Saya ingin meningkatkan penghasilan petani setempat,’’ tutur Bambang.


Mahasiswa program S3 Ilmu Filsafat di UGM ini juga berjanji untuk berperan optimal sebagai anggota DPR meskipun konsekuensinya harus meninggalkan bisnisnya di bawah bendera Kodeco Timber dan Gali Gemilang Galindo (3G).


Rentan Godaan


Calon anggota DPR terpilih dari Partai Persatuan Pembangunan Dapil Jateng III M Arwani Thomafi mengatakan, dia tidak akan memilih di Komisi berapa akan ditempatkan. Sebab, jabatan adalah amanah. Namun karena sudah terbiasa berada di lingkungan pendidikan, pria yang akrab disapa Gus Aang itu merasa lebih siap bila ditempatkan di Komisi X, yang membidangi pendidikan.


’’Hal ini sesuai dengan keahlian sehingga saya merasa bisa lebih berguna bagi masyarakat jika di Komisi X. Selain itu, pendidikan menyangkut kepentingan umat yang saya wakili. Pendidikan adalah hal yang sangat penting agar masyarakat tidak tertinggal. Bagi saya, pendidikan menjadi permasalahan yang paling mendasar.’’


Wakil Sekjen DPP PPP ini mengungkapkan, selain ditempatkan sesuai dengan keahlian, salah satu kunci sukses bagi anggota baru DPR adalah tetap fokus pada pekerjaan dan tidak mudah tergoda. ’’Harus disadari, ada konsekuensi dari jabatan publik yang kita emban. Namun, sejak kita terjun ke dunia politik, hal itu juga harus kita sadari. Terkait dengan godaan harta, tahta dan wanita, kita harus punya ’rem’-nya.’’


Putra almarhum KH Thoyfoer ini mengatakan, bagi dia ’’rem’’ yang dimaksud adalah istri, ibu kandung, dan teman-temannya. Merekalah yang diharapkan menjadi semacam pengawas bila langkah yang diambilnya mulai menyimpang.
’’Saya memiliki keluarga dan beberapa teman yang saya minta untuk tidak bosan menasihati saya. Selain itu, apa yang boleh dan tidak kan juga sudah ada aturannya,’’ katanya. (Wisnu Wijanarko, Saktia Andri Susilo-46)

(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER