USAHA mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan kegiatan ekonomi yang mendominasi lebih dari 95 % struktur perekonomian Indonesia.
Ia mempunyai peran strategis, baik secara ekonomi maupun sosial politik.
Sayangnya, banyak UMKM dalam kondisi lemah karena keterbatasan dalam keterampilan wira-usaha dan keterampilan manajemen usaha.
Karena itulah, Klinik Konsultasi Bisnis (KKB) Unika Soegijapranata ikut berkiprah mengatasi masalah tersebut.
Klinik ini merupakan bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat, khususnya membantu sektor UMKM. KKB akan memberikan salah satu cara pemecahan masalah dengan menyediakan pelayanan informasi, konsultasi, dan penguatan UMKM.
‘’KKB merupakan media pelayanan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam rangka pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Semua layanan ini gratis,’’ ungkap Ketua KKB, Sentot Suciarto PhD.
Pendampingan yang dilakukan dapat berupa masalah pembukuan, manajemen organisasi, pembuatan AD / ART, penelitian pasar, dan dapat juga mencarikan kebutuhan modal.
Diharapkan kelompok usaha yang telah didampingi bisa tumbuh kuat sehingga makin meningkatkan jumlah wirausahawan yang tangguh dan mandiri.
Perajin Bambu
Klinik ini sering terjun langsung membantu masyarakat untuk penguatan sektor UMKM.
‘’Saat ini kita telah melakukan pendampingan di tiga koperasi simpan pinjam, dan dua di masyarakat. Misalnya di Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. ,’’ kata Veronica Kusdiartini SE MSi, sekretaris KKB.
Di Ngadirejo, Tim KKB membantu memberdayakan masyarakat perajin bambu dalam pemanfaatan potensi alam dan SDM, guna pengembangan produk kerajinan serta membangun jaringan kerja sama pemasaran dan permodalan.
Menurut Veronica, jaringan kerja sama pemasaran dilakukan dengan para pedagang di Tuntang.
‘’Penjual produk kerajinan di Tuntang bersedia menjual hasil produksi tim binaan kami,’’ jelasnya. Perajin juga diberi latihan pembukuan dan pembuatan proposal untuk pengajuan kredit berjalan.
Rosalia Maliawati, pegawai Koperasi Simpan Pinjam Sahabat di Sampangan, menilai pendampingan ini sangat berguna untuk menyehatkan koperasi dan pengawasan secara tidak langsung
.
‘’Saat ini pendampingannya berupa pemberian data dari koperasi, untuk diolah Tim KKB. Setelah diolah akan dibuatkan program yang sesuai dengan data, sehingga dapat mengembangkan koperasi ini,’’ kata Rosalia.
Dia berharap, pendampingan ini dapat meningkatkan kemampuan petugas pembukuan dalam mencatat transaksi keuangan, dan dapat pula dilakukan manajemen pemantauan kinerja serta pemberian motivasi karyawan dalam sistem organisasi koperasi.
Jika Anda pengusaha kecil perorangan atau koperasi yang memerlukan bimbingandalam hal keterampilan wirausaha dan manajemen usaha, tunggu apa lagi? Segera datang ke KKB di Gedung Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata. (Dela Sulistiyawan Yunior-32) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad