RAMADAN tinggal tersisa hari ini, tetapi kehadirannya akan selalu dinantikan umat Islam di tahun-tahun berikutnya. Banyak orang yang sudah tahu kalau Ramadan merupakan bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat, serta bulan penuh berkah.
Dengan berbagai keistimewaannya ini, Ramadan terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja, tanpa ada momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Karena itu, mahasiswa muslim berlomba-lomba menggelar kegiatan terkait dengan Ramadan di kampus.
Kampus merupakan ruang tindakan yang nyata (space of action), dan komunitas terbesar dalam mengisi ruang ini tidak lain mahasiswa.
Dari mahasiswa inilah dinamika Ramadan di kampus bisa dikelola dengan baik, terutama oleh para aktivis kerohanian Islam.
Salah satunya contohnnya adalah IAIN Walisongo Semarang. Minggu lalu, Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Walisongo mengadakan tabligh akbar, santunan anak yatim, dan berbuka bersama bertema ’’Spirit Ramadan sebagai momentum berbagi demi kemaslahatan umat’’.
Membangun Solidaritas
Menurut Ketua Panitia M Ali imron, acara ini bertujuan untuk mempertemukan antara elemen mahasiswa dan masyarakat, dalam rangka membangun solidaritas terhadap masyarakat sekitarnya.
’’Selain itu, untuk menjalin tali silaturahmi antara lembaga yang ada di kampus dan masyarakat,’’ terangnya.
Melalui kegiatan ini, kata Ali imron, Ramadan tak hanya diisi dengan kegiatan hablum minallah, tapi juga membina hubungan secara horizontal, atau hablum minan-naas.
Dema IAIN Walisongo mendatangkan anak yatim piatu dari Yayasan Al-Hikmah. Mereka berbaur bersama 318 mahasiswa IAIN.
Dalam ceramahnya, KH Drs Jazuri MSi menekankan arti penting mempunyai rasa saling peduli terhadap sesama manusia.
’’Sebagai manusia yang diberi kesehatan, kekayaan, dan kenikmatan hidup, janganlah lupa bersyukur kepada Allah yang telah memberikan semuanya kepada kita. Caranya, ya dengan berbagi terhadap sesama yang kurang mampu,’’ tuturnya.
Tak mau ketinggalan, Forum Keluarga Mahasiswa Muslim (FKMM) FISIP Undip juga mengadakan acara buka bersama dengan anak yatim.
Acara bertajuk ’’Gema Ramadan Berbagi FISIP Peduli’’ ini berlangsung meriah. Sebab, selain buka bersama, ada juga ceramah agama dan games bersama anak yatim.
’’Kami mengajak Yayasan Al Fitrah Pedurungan untuk saling berbagi di bulan penuh hikmah ini. Selain itu, kami juga menggelar bazar buku murah di kampus untuk mahasiswa.
Kegiatan ini untuk memotivasi para mahasiswa agar tidak malas-malasan menjalankan ibadah puasa,’’ kata Suwandi, ketua panitia kegiatan.
Menurut Suwandi, sebisa mungkin FKMM menghadirkan suasana religius di kampus tiap Ramadan. Salah satunya dengan membuat gerbang kampung Ramadan di sekitar kampus.
’’Nuansa Ramadan selayaknya bergaung di manapun, termasuk di kampus. Ini jadi tantangan tersendiri untuk mencari spirit Ramadan’’. (Dela Sulistiyawan Yunior-32) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad