Lintas Kedu-Banyumas
11 September 2009
Sekilas Daerah
Disiapkan 4 Jalur Alternatif Mudik
PURWOREJO-Untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran, Pemkab telah menyiapkan empat jalur alternatif yang masuk kawasan jalur Lebaran selatan. Jalur alternatif itu untuk meminimalkan kemacetan arus lalu lintas mendekati Idul Fitri.
“Keberadaan jalur alternatif ini sangat penting untuk mengurangi beban kosentrasi kendaraan masuk ke wilayah perkotaan,” ujar Kabid Lalu Lintas Muh Baidin yang dimintai konfirmasi Suara Merdeka , di kantornya, Kamis (10/9).
“Beberapa jalur tembus kita manfaatkan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan wilayah Purworejo dengan daerah tetangga di sekitarnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut Baidin memaparkan, empat jalur alternatif yang sudah disiapkan itu meliputi jalan Daendels dari arah Kebumen yang masuk lewat perempatan Kutoarjo ke selatan jalan Daendels hingga sampai wilayah Kulonprogo DIY dan sebaliknya.
Selanjutnya dari arah Kebumen memasuki perempatan Kutoarjo ke arah selatan Grabag-Ngombol-Bagelen jalan Yogya atau sebaliknya.
Jalan ring road utara, ring road barat, dan ring road selatan yang total panjangnya sekitar 14,5 Km, dan melingkari wilayah perkotaan Purworejo juga akan menjadi jalur alternatif. (H43-66)
Orpekk Protes Angkutan Pelat Hitam
WONOSOBO - Puluhan kru angkutan Kertek-Kalikajar yang tergabung dalam Organisasi Pengemudi Kertek-Kalikajar (Orpekk), menggeruduk Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Wonosobo, Kamis kemarin.
Mereka memprotes terhadap kendaraan berpelat hitam yang masih beroperasi mengangkut penumpang di jalur yang sama.
Hal itu cukup merugikan mereka yang memiliki trayek resmi. Pengemudi, kernet maupun pemilik angkutan diterima Kabid Pengendalian Operasional, Asngari, Kasi Lalu lintas L Ngaspan dan Waluyo. Ketua Paguyuban Orpekk Sudiyono menghargai upaya penindakan yang telah dilakukan petugas.
Dia minta solusi yang bijaksana pada aparat. “Jangan sampai kami menangani sendiri. Karena hal itu berpotensi menimbulkan konflik dan menyulut bentrok fisik,” pintanya. H Sodiq salah seorang pengusaha angkutan (Orpekk) mengatakan, jika kendaraan pelat hitam masih terus membawa penumpang, maka kesepakatan untuk menyediakan trayek terhadap 10 armada baru, supaya ditangguhkan sampai dengan permasalahan selesai. Bila perlu dicabut. (P55-39)