MENURUT data BPS (Februari 2008), jumlah penganggur terbuka tercatat 9,42 juta orang (8,48 %) dari total angkatan kerja sekitar 111,4 juta orang. Dari jumlah itu, 7,4 juta orang (78,38 %) merupakan usia produktif.
Jumlah sarjana menganggur pun terus meningkat, dari 348.000 orang pada tahun 2004 menjadi 385.418 orang (2005), 673.628 orang (2006), dan 740.206 orang pada 2007. Hal ini menunjukkan betapa besar sumber daya manusia (SDM) yang menjadi beban bagi pembangunan bangsa.
Melihat kondisi itu, dunia pendidikan harus mampu berperan aktif menyiapkan SDM terdidik dan mumpuni dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik lokal, regional, nasional, maupun internasional.
Mahasiswa, misalnya, tak cukup hanya menguasai teori-teori, tapi juga mau dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sosial. Ia tidak hanya mampu menerapkan ilmunya di bangku kuliah, tetapi juga mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Perguruan tinggi sebenarnya punya peran strategis dalam pengembangan SDM. Mereka diserahi tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan alumninya agar ahli dan terampil di bidangnya.
Wirausaha Baru
Karena itu, perguruan tinggi harus senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikannya dalam memenuhi tuntutan masyarakat di era global. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah membentuk mahasiswa / alumni agar memiliki jiwa wirausaha, mandiri, profesional, dan mampu bersaing.
Hal inilah yang antara lain telah dilakukan beberapa perguruan tinggi. Jurusan Perikanan dan Kelautan Unsoed, misalnya, menekankan pada kompetensi lulusan yang siap bekerja, atau menciptakan lapangan kerja dalam bidangnya. Diharapkan alumninya mampu melihat peluang kerja serta merancang rencana bisnis dengan baik.
Jurusan ini merealisasi gagasan itu dengan mengadakan kegiatan magang kewirausahaan pada industri kecil-menengah perikanan pembenihan gurami Kelompok Pembudidaya Ikan Setia Maju di Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Industri mitra tersebut dipilih karena telah memiliki aktifitas usaha nyata, berlanjut, dan telah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Mahasiswa diberi kesempatan untuk mempelajari dan aktif mengikuti berbagai kegiatan budidaya, mulai dari persiapan kolam, penyiapan induk, pembenihan, pendederan, pembesaran, hingga pemasaran.
Partisipasi aktif mahasiswa pada suatu kegiatan magang wirausaha ini diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir secara kreatif dalam melihat dan memanfaatkan sebagai suatu peluang. Selanjutnya, transformasi informasi dan pengalaman dengan pengusaha mitra dapat menumbuhkan naluri berwirausaha bagi mahasiswa. Setidaknya bisa membuka wahana kesadaran baru bahwa setelah lulus mereka tak harus hanya berorientasi untuk bekerja pada perusahaan atau instansi pemerintah.
Nilai Tambah
Kegiatan magang wirausaha memberikan nilai tambah pada berbagai pihak, baik mahasiswa, industri mitra, dan institusi perguruan tinggi itu sendiri. Nilai tambah bagi mahasiswa antara lain meningkatnya pengetahuan praktis-teknis dan kemampuan sebagai pengusaha budidaya ikan. Selain itu, punya pengetahuan dan kemampuan dalam membentuk jejaring kerja (networking) serta penerapan teknologi terbaru dan tepat guna.
Sedangkan nilai tambah bagi industri mitra adalah memperoleh bantuan tenaga kerja (mahasiswa) yang lebih kompeten, dilihat dari sisi keunggulan iptek. Industri mitra juga memperoleh penguatan teknologi untuk disinergikan dengan pengetahuan dan pengalaman wirausahanya dan memperoleh perluasan calon jaringan kemitraan dari mahasiswa magang.
Perguruan tinggi pun bisa mewujudkan secara nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dan visi / misi lembaga ini untuk menjalin kemitraan dan pengembangan dengan industri kecil-menengah di pedesaan.
Selain itu, bisa menyusun rencana kurikulum / perkuliahan yang lebih aplikatif berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan stakeholder lainnya, serta menyusun strategi pengembangan usaha perikanan budidaya aga menjadi produk andalan daerah yang tangguh.
Meski kegiatan magang kewirausahaan ini tidak diselenggarakan lagi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, kiranya kegiatan semacam ini masih dapat dilaksanakan oleh program studi / jurusan agar virus-virus wirausaha terus menjalar dan merasuk dalam tubuh para mahasiswa. (32)
—Taufik Budhi Pramono, ketua Magang Kewirausahaan Gurami-Dikti, staf pengajar Jurusan Perikanan dan Kelautan Unsoed. (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad