panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
05 September 2009
DEBAT : Ramadan di Kampus
Bukan Ritual Tahunan
  • Tommy Setiawan : Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga
SELAMAT datang Bulan Suci Ramadan 1430 H. Begitulah tulisan di berbagai spanduk/liflet baik di lingkungan kampus, instansi perkantoran, jalan-jalan, masjid, serta musala. Di sejumlah perguruan tinggi, Ramadan di Kampus telah menjadi tren. Hal ini ditandai dengan banyaknya acara yang diselenggarakan mahasiswa, takmir masjid kampus, maupun pihak perguraun tinggi.

Kegiatan tersebut bertajuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sebagaimana tujuan disyariatkannya puasa (QS Al-Baqarah: 183). Kegiatan ini juga dirancang untuk mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa. Beragam acara pun digelar. Bukan hanya berdimensi keagamaan semata, melainkan juga berdimensi sosial seperti diskusi, bedah buku, buka bersama anak jalanan, dan lain-lain.

Beragam acara di atas makin mengokohkan Ramadan sebagai bulan penuh berkah. Berkah puasa dapat dilihat dari makin banyaknya jamaah pergi ke masjid, pedagang musiman yang panen, dan keragaman multikultur lainnya. Lebih dari itu, puasa juga bermanfaat meningkatkan disipilin. Maulana Muhammad Ali, seperti dikutip Asep Purnama Bahtiar (2005), menyatakan puasa dalam Islam bertujuan meningkatkan disiplin spiritual, disiplin moral, nilai sosial, dan nilai fisik untuk kesehatan.

Menginggat besarnya manfaat puasa dan segala aktivitasnya, maka kegiatan Ramadan di Kampus perlu dilanjutkan. Jangan sampai kegiatan ini seperti es batu yang terkena sinar matahari. Mencair, menguap, lalu hilang begitu saja setelah Ramadan.

Percuma saja kita sebulan penuh melaksanakan kegiatan, tetapi tidak mendapatkan apa-apa (ilmu). Ilmu dan spirit Ramadan harus terus tumbuh agar nuasa religius dalam dimensi keagamaan dan sosial selalu mewarnai kehidupan sehari-hari. Tentunya bukan hanya formalisasi religiusitas yang semu, namun harus mampu menyentuh substansi sebagai sebuah jihad individu menuju jihad sosial.

Pada akhirnya, semoga Ramadan di Kampus bukan sekadar ri­tual tahunan. Salah satu pembuktiannya adalah tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan yang telah disemai selama Ramadan, walaupun hanya diikuti oleh segelintir orang. (32) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER